Pemprov Stok 450 Ton Beras Dari Lotim untuk Paket JPS

117
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lotim H Mashur saat ditemui di ruangannya oleh Tim Inside Lombok, di Selong, Jumat (03/07/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta stok beras dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 420 ton lebih. Ini untuk pengadaan paket JPS Provinsi tahap ketiga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur, H Mashur mengatakan dalam pengadaan JPS gemilang tahap ketiga, Pemprov meminta stok beras Lotim.

“Selain untuk paket gemilang di Lotim, Pemprov juga meminta untuk disiapkan stok beras untuk pendistribusian di Kodya Mataram dan Lobar,” ujarnya.

Lombok Timur sediri banyak kelompok tani yang mempunyai jumlah stok beras yang melimpah. Kabupaten Lombok Timur sudah dikenal memiliki beras yang berkualitas tinggi. Sehingga Pemprov melirik Lotim sebagai pusat lumbung beras untuk JPS gemilang.

“Kita juga siap memenuhi kebutuhan beras untuk Kodya Mataram,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa pengadaan beras pada JPS kabupaten tidak melibatkan pihaknya. Sehingga ia merasa adanya ketidakpercayaan pada pihaknya dalam pengadaan paket tersebut.

“Kami ditolak pengadaan beras di kabupaten, tapi kami bisa berbuat banyak di provinsi untuk membantu masyarakat kita dalam penjualan berasnya,” ujarnya.

Ia menginginkan adanya keterlibatan para kelompok tani sebagai lumbung padi dalam pengadaan JPS tersebut. Banyaknya jumlah Gapoktan dan penggiat beras lainnya yang masih menyuplai beras dari Lotim ke luar provinsi.

“Kami di sini hanya jadi perantara dari para lumbung beras kita, kami tidak ingin jadi pemain dalam pengadaan tersebut,” katanya.