26.5 C
Mataram
Sabtu, 13 April 2024
BerandaBerita UtamaPenuhi Anggaran PON, KONI NTB Jualan Baju dan Merchandise

Penuhi Anggaran PON, KONI NTB Jualan Baju dan Merchandise

Mataram (Inside Lombok) – KONI Provinsi NTB saat ini belum mendapatkan tambahan anggaran untuk melaksanakan PON Aceh-Sumut 2024 mendatang. Agar bisa memenuhi kebutuhan anggaran tersebut, KONI NTB menjual baju dan merchandise.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi mengatakan kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan PON yaitu sekitar Rp42 miliar. Dari jumlah ini diperuntukkan untuk pelatda hingga Rp25 miliar dan selebihnya untuk pelaksanaan PON di Aceh-Sumut.

“Kita ini sehubungan persiapan kita dalam pelaksanaan PON Aceh Sumut. Kita sama tahu saat ini ada 261 orang atlet yang akan bertanding. Kita masih kekurangan anggaran yang cukup banyak,” katanya, Selasa (2/4) pagi.

Ia mengatakan, selain mengharapkan dari Pemprov NTB melainkan pihak ketiga, sponsor, perbankkan dan PT AMNT. Disebutkan, kebutuhan anggaran di PON Aceh-Sumut meningkat dua kali lipat dari PON Papua. “Sekarang dua kali lipat sekitar Rp42 miliar idealnya. Sama jauhnya dengan Papua dan PON tahun ini atlet 261 orang yang akan kita berangkatkan,” ujarnya.

- Advertisement -

Pemprov NTB sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar jauh dari kebutuhan. Untuk memenuhi kekurangan anggaran tersebut KONI saat ini melakukan berbagai upaya. “Kita mau tahu berapa sih sebenarnya kemampuan pemerintah. Agar kita tahu sisanya dari sponsor. Kita juga upayakan dengan cara jual baju,” tegasnya.

Dijelaskan Mori, baju yang akan dijual dipastikan kualitas nomor 1. Pangsa pasar penjualan baju yang dibuat tidak ditentukan secara khusus. Namun diharapkan pemda-pemda bisa membelinya. “Bebas aja pangsa pasarnya. Ini kualitas kelas 1. Ini dalam rangka itu. kita tidak kaeng-kaleng. ini upaya kita mengatasi kekurangan kita. Kita KONI tidak mau manja,” ucap Ketua KONI NTB.

KONI NTB tidak memaksa masing-masing pemda untuk membeli baju tersebut. Hanya saja diharapkan untuk membeli dan bisa dibayar dua atau tiga kali. Karena yang terpenting sebelum pelaksanaan PON sudah selesai dibayar. “Ini tentunya kita melibatkan banyak pihak untuk mempromosikan baju ini,” katanya.

Mori berharap, baju yang dijual bisa laku 1.000 pekat. Namun dia belum bisa memastikan anggaran yang bisa terkumpul dari penjualan baju tersebut. “Mudahan target ada tambahan dari pemerintah, sponsor dan penjualan,” katanya.

Target emas pada PON tahun ini yaitu sebanyak 20 medali. Karena setelah ini, NTB dan NTT akan menjadi tuan rumah pelaksanaan PON di tahun 2028 mendatang. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer