Perang Petasan di Ruas Jalan Loteng Resahkan Pengguna Jalan

218
Perang petasan di Jalan Raden Puguh Loteng (Inside Lombok/IG @uky_qifee)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Banyaknya remaja yang main petasan saat pagi hari di ruas jalan di Lombok Tengah (Loteng) resahkan pengguna jalan yang melintas. Salah satunya seperti terjadi di Jalan Raden Puguh, tepat di depan Kantor Bupati Loteng.

Salah satu pengendara, Marzuki mengaku sangat terganggu dengan asap petasan yang Mengelilingi jalan raya tersebut. Terlebih anak-anak dan remaja yang melakukan perang petasan terbilang banyak.

Marzuki pun memutuskan memutar balik kendaraannya lantaran perang petasan terus berlangsung meski ada pengendara yang melintas. “Iya, terjadi di depan Kantor Bupati sampai Kampus Poltekpar, tadi pagi (24/4) sekitar jam 06.30 Wita. Itu meresahkan sekali, karena mengganggu, asap tebal dan petasan sampai kita putar balik,” tuturnya kepada Inside Lombok.

Marzuki pun berharap agar pihak kepolisian atau aparat terkait menurunkan personel untuk berjaga untuk. Terutama agar perang petasan tidak lagi dilakukan, apa lagi di ruas jalan utama.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Jonggat, IPTU Bambang Sutrisno mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Praya untuk mengatensi perang petasan tersebut. Personel juga telah diterjunkan untuk melakukan penertiban dan berjaga di lokasi kejadian.

“Pada saat hari libur kita sudah kejar,” katanya. Bambang mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan.

Senada, Kapolsek Praya, IPTU Hariono mengatakan perang petasan di depan Kantor Bupati hingga di depan Kampus Poltekpar Lombok terjadi hampir di setiap hari libur.

“Di setiap pagi di hari libur itu kesempatan adik-adik kita itu. Kita tetap patroli tiap pagi, tapi di hari libur yang banyak karena jalan-jalan pagi. Tadi pagi ada lagi, tapi berhasil kita bubarkan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya bersama dengan Polsek Jonggat berpatroli bersama untuk mencegah perang petasan oleh para remaja. Sehingga tidak menganggu keamanan warga dan juga pengendara yang lewat.

“Kita akan tetap patroli,” tegasnya. (fhr)