Pusat Pertokoan Simpang Empat Pancor Mulai Digusur

Pol PP melakukan monitoring ruko para pedagang, Selong (15/05/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Adanya program Pemerintah Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim) untuk membangun Ruang Terbuka Publik (RTP) di kawasan pusat pertokoan simpang empat Pancor. Untuk itu, mulai Minggu (16/05) bangunan pertokoan dirobohkan.

Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Lotim, Sunrianto mengatakan, pihaknya bersama dengan Sekda Lotim dan beberapa instansi terkait, sudah melakukan koordinasi persiapan dan sekaligus arahan. Yaitu terkait dengan pembongkaran bangunan ruko yang berada di Jalan TGKH Zaenuddin Abdul Majid atau Simpang Empat Pancor, Kelurahan Pancor Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

“Para pedagang yang berada si kawasan tersebut sebelumnya sudah diimbau untuk mengosongkan ruko mereka, nantinya di sini akan dibangun RTP,” ucapnya kepada Inside Lombok

Sempat terjadi protes di kalangan pedagang terkait singkatnya waktu yang diberikan untuk mengosongkan isi ruko mereka, yakni dua hari setelah lebaran. Serta tidak adanya tempat lokasi yang disediakan untuk relokasi, melainkan para pedagang diminta mencari lokasi berjualan sendiri.

“Sempat ada protes tapi sudah sepakat diberikan kesempatan sampai dua hari setelah lebaran kemaren makanya sekarang tidak ada yang protes,” jelasnya melalui pesan whatsapp.

Sementara itu, salah seorang pengelola
pertokoan berinial Hj mengatakan, waktu yang diberikan oleh Pemda untuk mengosongkan atau memindahkan barang dagangan mereka dari ruko yang semula ke tempat yang lain dirasa terlalu singkat. Terlebih, kata HJ, saat ini masih dalam momen lebaran, di mana momen ini masih sibuk untuk silaturahmi.

“Waktu untuk memindahkan barang sebanyak ini sangat singkat hanya dua hari,”ucap HJ yang enggan disebutkan namanya.

Ia berharap ada ganti rugi yang diberikan Pemkab Lotim untuk sekadar menambah biaya sewa ruko di tempat yang baru. Meskipun dalam jumlah yang sedikit atau meminta pemerintah membuatkan tempat baru bagi para pedagang.

“Ruko yang saya sewa sekarang biayanya Rp25 juta per tahun, itu pun ruko yang berukuran kecil, sedangkan barang kami sangat banyak sehingga tidak muat,” jelasnya.