Realisasi Bantuan Sumur Bor Petani Mataram Capai 80 Persen

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan realisasi fisik bantuan pembuatan sumur bor dari pemerintah pusat terhadap 9 kelompok tani di Mataram, sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Harapan kita proyek bantuan sumur bor itu bisa segera rampung agar dapat dimanfaatkan oleh para petani,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Kamis.

Bantuan pembuatan sumur bor bagi kelompok tani itu merupakan bersumber dari pengembalian dana alokasi khusus (DAK) penanganan COVID-19, dengan total anggaran Rp807 juta .

Dalam pelaksanannya, dana sebesar Rp807 juta itu akan masuk langsung ke rekening masing-masing kelompok tani dari kementerian, sehingga Dinas Pertanian tidak ada bersentuhan dengan uang.

“Jika melihat angkanya, satu kelompok tani mendapatkan bantuan hampir Rp100 juta lebih,” katanya.

Besarnya nilai bantuan untuk pembuatan sumur bor itu, karena yang dibangun tidak hanya sumur bor saja melainkan juga untuk fasilitas pendukungnya seperti saluran, pompa, bangunan penampung dan lainnya.

Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan dengan sistem swakelola, karena itu saat ini Distan sedang menununggu petunjuk teknis pembetukan padat karya.

“Karena anggarannya langsung ke kelompok tani, kami tugasnya mendampingi dan membantu teknis bangunan agar sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Menurut dia, bantuan sumur bor bagi petani di Kota Mataram sangat membantu pemenuhan kebutuhan air saat musim tanam. Dengan adanya bantuan tersebut, petani Mataram selama ini tidak pernah kekuarangan air, kendati terjadi musim kemarau panjang.

“Saat kemarau, petani di daerah lain kekurangan air, Alhamdulillah petani kita tercukupi dengan bantuan tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, ke depan diharapkan bantuan sumur bor bagi petani Mataram setiap tahunya bisa ditambah lagi. Apalagi jumlah petani yang sudah mendapatkan bantuan masih lebih besar.

“Jumlah kelompok tani kita 330, sementara yang sudah mendapatkan bantuan sumur bor sekitar 50 kelompok,” ujarnya. (Ant)