Seorang Warga Tampar-ampar Positif Covid-19, Pemda Loteng Kaji Pembatasan Lokal

Lingkungan tampar-ampar kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pemkab Lombok Tengah sedang mengkaji kebijakan yang akan diterapkan terhadap 160 an PNS yang tinggal di Jalan Lingkar BTN Tampar-ampar Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah. Hal itu menyusul adanya satu orang warga di lingkungan tersebut yang telah dinyatakan positif Covid-19. Pemda sedang mengkaji apakah perlu melakukan pembatasan lokal.

“Di sana masyarakat biasa yang kena. Tapi di sana lingkungan PNS. Itu data tadi banyak 160 orang”, kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M.Nazili, Rabu (27/5/2020).

Menurut dia, potensi penyebaran Covid-19 akan sangat masif yang disebabkan oleh mobilitas PNS dan warga yang tinggal di lingkungan Tampar-ampar.

“Keluar masuk ke kantor, itu kan potensi penularan itu massif”, ujarnya.

Menurut dia, semua warga di lingkungan Tampar-ampar kemungkinan akan menjalani rapid test, terutama bagi 160 PNS yang tinggal di sana.

“Kemungkinan (rapid test) karena Pak Bupati sudah mengarah ke situ”, kata Nazili.

Selain itu, diperkirakan akan ada kebijakan khusus terhadap lingkungan Tampar-ampar.

“Apakah mau di lock down lokal atau bagaimana ini kebijakan Pak Bupati nanti”,imbuhnya.

Sementara itu, tim gugus tugas Covid-19 saat ini masih melakukan kontak tracking terhadap keluarga dan orang-orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 di lingkungan Tampar-ampar.