Tarik Nomor Antrean, Ratusan Orang Jamaah Haji Batal Berangkat

118
Ibadah haji (ilustrasi)
WhatsApp Image 2021 01 15 at 17.18.59
Ibadah haji (ilustrasi)

Mataram (Inside Lombok) – Jumlah jamaah calon haji yang menarik kembali setoran awal terus meningkat. Penundaan pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan sejak 2020 lalu pun menjadi alasan. Kementerian Agama Kota Mataram mencatat, hingga saat ini jumlah jamaah yang memilih menarik setoran mencapai lebih dari 200 orang.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kementerian Agama Kota Mataram, H. Kasmi mengatakan ratusan jamaah tersebut menarik kembali biaya pemberangkatan dengan berbagai alasan. Misalnya, biaya pendidikan anak, ekonomi, meninggal dan alasan lainnya.

“Dari Januari sampai saat ini jamaah haji kita yang membatalkan itu, batal karena sesuatu dan lain hal yang banyak, batal karena meninggal itu sudah di atas 200 orang. Itu dari Januari 2021 sampai Januari 2022,” katanya.

Dengan penarikan ini, lanjut H. Kasmi, masa tunggu pemberangkatan bagi jamaah yang lain akan berkurang. Karena berdasarkan data yang ada masa tunggu jamaah haji mencapai 35 tahun mendatang.

Lamanya masa tunggu ini juga disebabkan penundaan yang sudah dilakukan selama dua kali. Antara lain untuk musim pelaksanaan haji 2020 dan 2021 kemarin.

“Penarikan itu kan nanti akan berpengaruh terhadap porsi yang bawah itu bisa bergeser keatas. Karena yang meninggal juga banyak kemarin jamaah haji kita, ada sekitar 76 orang. Yang meninggal ini ada yang menarik dan ada juga pelimpahan nomor porsi,” ujar H. Kasmi.

Diterangkan, jamaah haji yang membatalkan pemberangkatan tersebut paling banyak yang sudah mendaftar pada 2019-2020 lalu. Namun beberapa jamaah yang membatalkan sudah mendaftar pada 2011 silam.

“Ada yang baru mendaftar 2019 – 2020 itu yang paling banyak menarik. Ratusan jamaah yang menarik itu ada yang mendaftar dari tahun 2011-2020,” ungkapnya.

Di sisi lain, meski banyak yang melakukan penarikan biaya pelaksanaan haji, sebagian masyarakat justru mendaftar. Namun jumlah yang mendaftar pada masa pandemi Covid-19 diakui menurun jika dibandingkan masa sebelum pandemi.

“Dalam sehari itu ada dua sampai tiga orang yang daftar. Kalau dulu sebelum pandemi itu, masyarakat yang daftar haji sampai 200 orang per bulan. Kalau sekarang ya paling 100 orang yang daftar untuk haji,” katanya. (azm)