Wali Kota Mataram Pantau TPS Darurat

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (kiri) memantau aktivitas tempat pembuangan sementara darurat di Kebon Talo, akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Regional Kebon Kongok. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melakukan pemantauan terhadap kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) darurat di Kebon Talo, sebagai dampak dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Regional Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat.

“Sistem penanganan sampah di TPS darurat ini langsung ditimbun sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan. Sampah datang langsung ditimbun, tidak dibiarkan begitu saja,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.

Dalam pemantauan itu, wali kota didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Badan Keuangan Daerah dan jajaran terkait lainnya.

Kendati tidak menimbulkan dampak lingkungan, sambung wali kota, kondisi TPS darurat terus dipantau dan antisipasi dampak lingkungan harus tetap dilakukan termasuk memberikan sosialisasi serta pengertian kepada warga sekitar.

Selain di Kebon Talo, pemerintah kota juga menyiapkan TPS alternatif di Tanjung Karang, dengan penanganan yang sama yakni penimbunan agar tidak berdampak terhadap lingkungan.

“Dengan luas wilayah yang terbatas dan tingkat kepadatan penduduk di Mataram, kemungkinan untuk menyiapkan tempat pembuangan akhir (TPA) sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak ada,” katanya.

Keberadaan TPS darurat di Kebon Talo dan TPS alternatif di Tanjung Karang sebagai salah satu solusi pemerintah kota dalam upaya pelayanan terhadap masyarakat yakni menghindari adanya sampah yang berserakan di TPS, depo hingga keluar areal TPS.

Di sisi lain, wali kota berharap kebakaran yang terjadi di TPAR Kebon Kongok dapat menjadi bahan evaluasi semua pihak yang bertanggung jawab agar kebakaran tersebut tidak terulang lagi.

“Sekarng tim sedang bekerja keras untuk bisa memadamkan kebakaran di TPAR, dan sampai hari ini belum bisa selesai dan kejadian ini menjadi risiko bagi Kota Mataram,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi menambahkan, untuk mengoptimalkan operasional di TPS darurat telah disiagakan dua alat berat berupa eskapator dan loader karena sampah-sampah yang datang langsung ditimbun.

Pembukaan TPS darurat itu, lanjutnya, sekaligus untuk memberikan kepastian dan menormalkan kembali pelayanan masyarakat sehingga berbagai sampah yang dihasilkan bisa tertangani setiap hari.

“Tapi perlu diingat, TPS darurat merupakan solusi jangka pendek. Begitu TPAR kembali dibuka dan beroperasional, TPS darurat kita tutup,” katanya. (Ant)