Warga Lingkar KEK Mandalika Diajak Tabung Sampah Jadi Emas

47
Warga hendak membawa sampah untuk ditabung di bank sampah Sabtu (26/3/2022) (Inside Lombok/Fahri)
IMG 20220327 WA0002
Warga hendak membawa sampah untuk ditabung di bank sampah Sabtu (26/3/2022) (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Program Bakti BUMN yang dikelola oleh anak perusahaan BUMN mengajak masyarakat di lingkar Kek Mandalika Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah peduli lingkungan. Melalui kegiatan bertajuk pilah sampah untuk Mandalika maju, warga diajak menabung sampah menjadi emas melalui Bank sampah Putri Nyale.

Kepala Divisi Corporate Social Responsibility Pegadaian, Rully Yusuf mengatakan Kehadiran Bank Sampah diharapkan dapat mendukung minat masyarakat dalam memilah sampah di rumah. “Untuk kemudian dikelola di Bank Sampah,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya melakukan sosialisasi yang dimulai dari penanaman nilai, kebiasaan dan aturan dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Terutama dalam mengelola sampah rumah tangga.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru menyampaikan program Bakti BUMN di Mandalika Lombok selaras dengan komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi pada kehidupan masyarakat melalui program Creating Shared Value (CSV), yaitu menciptakan manfaat bersama dan pada saat yang sama juga memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Di tahun ini, manfaat dari program CSV semakin lengkap dengan kehadiran para relawan terpilih dalam program Bakti BUMN,” ujarnya. Di sini mereka akan mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat dan perangkat desa serta sekaligus menjadi agent of change para BUMN sehingga dapat mempengaruhi warga sekitar.

Lebih lanjut ia mengatakan hal ini merupakan langkah dalam mendukung pelaksanaan program TJSL ke arah yang lebih baik sesuai panduan ISO 26000 dan tercapainya SDGs.

Para relawan diberi kesempatan untuk ikut belajar kepada para pengurus Bank Sampah untuk mengoperasikan Bank Sampah Putri Nyale.

Vice President Corporate Secretary ITDC, I Made Agus Dwiatmika menjelaskan, peran aktif para relawan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat bisa menjadi jembatan bagi Kementerian BUMN, dan BUMN untuk menghadirkan program TJSL selanjutnya yang melibatkan masyarakat sekitar.

Made mengatakan fasilitas Bank Sampah dan rangkaian program Bakti BUMN ini mengubah pemikiran dan perilaku masyarakat. Pihaknya berharap masyarakat tidak sekedar menjaga kebersihan lingkungan sekitar saja. Namun sampah juga bisa menjadi barang yang bernilai lebih.

“Masyarakat bisa merasakan manfaat akan keberadaan Bank Sampah Putri Nyale,” pungkasnya.

Sepuluh relawan terpilih dalam Program Bakti BUMN di Mandalika Lombok terdiri dari sejumlah karyawan BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), PT Kimia Farma Tbk, PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Perkebunan Nusantara X, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Angkasa Pura II dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Putri Nyale, Hanila menuturkan kesadaran masyarakat atas kebersihan semakin meningkat dengan adanya program pilih sampah untuk ditabung menjadi Emas. “Dulu sampah berserakan di mana-mana, mereka kira sampah bukan emas tapi sekarang diburu seperti emas,” katanya.

Ia menyampaikan terimakasih kepada BUMN yang telah memfasilitasi mendirikan bank sampah serta menjadi insfirasi, hal ini menjadi berkah untuk masyarakat di lingkar KEK Mandalika. (fhr)