Warga Praya Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ilustrasi (Sumber foto: tribunews.com)

Mataram (Inside Lombok) – Insiden penemuan mayat gantung diri terjadi lagi pada Selasa sore (4/12/2018) pukul 16.00 WITA di persawahan Lingkungan Tegal, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya.

Korban gantung diri merupakan seorang laki-laki bernama Pendi (22) asal Dusun Montong Kelor, Desa Montong, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pendi diketahui merupakan salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram.

Berdasarkan laporan dari Polsek Cakranegara, Pendi ditemukan tergantung di pohon nangka dekat sawah. Ia mengenakan kaos bewarna hijau muda dan celana pendek abu-abu yang bertuliskan RSJ Mutiara Sukma Mataram oleh warga Selagalas, Alit (40).

Saat itu, Alit mengaku hendak mencari rumput di sawah dan seketika melihat mayat tergantung dengan kain.

Setelah melihat kejadian tersebut, Alit langsung menginformasikan ke warga setempat dan menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan penemuan mayat ini.

Kapolsek Cakranegara Kompol Muslih menyampaikan bahwa setelah mendapat informasi dari warga, personel piket fungsi Polsek Cakranegara yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Cakranegara Iptu I Gusti Lanang Mahardika langsung segera mendatangi tempat penemuan mayat.

“Setibanya di TKP, personil Polsek Cakranegara melakukan pengamanan lokasi, olah TKP dan dilanjutkan mengekakuasi mayat menggunakan mobil patroli Polsek Cakranegara kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk dilakukan proses lebih lanjut,” terang Muslih secara tertulis, Selasa (4/12/2018).

Personil Polsek Cakranegara melakukan konfirmasi dengan mendatangi RSJ Mutiara Sukma untuk mencari identitas korban yang diketahui menggunakan celana seragam rumah sakit tersebut.

Salah satu Petugas RSJ Mutiara Sukma, Lalu Fauzi, membenarkan dugaan pihak kepolisian bahwa Pendi merupakan pasien inap di Bangsal Melati sejak hari Senin kemarin (3/12/2018). Pendi dikabarkan melarikan diri Selasa siang ini (4/12/2018) pukul 13.00 WITA dengan memanjat tembok di sebelah utara RSJ Mutiara Sukma.

Muslih mengatakan bahwa dari pihak keluarga korban, sebelumnya Pendi pernah melakukan percobaan bunuh diri. Karena kejadian tersebut yang membuat keluarga Pendi membawanya ke RSJ Mutiara Sukma.

“Sumber menambahkan bahwa menurut keterangan keluarga korban sempat berusaha melakukan bunuh diri dengan meminum obat nyamuk sebelum dibawa ke RSJ Mutiara Sukma Mataram,” pungkasnya. (IL4)