24.5 C
Mataram
Rabu, 17 Juli 2024
BerandaDaerahBaru Dibangun Akhir Tahun Lalu, Tempat Penampungan Air di Dusun Kedondong Atas...

Baru Dibangun Akhir Tahun Lalu, Tempat Penampungan Air di Dusun Kedondong Atas Sudah Tak Berfungsi

Lombok Barat (Inside Lombok) – Warga Dusun Kedondong Atas, Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar keluhkan tempat penampungan air bersih atau Sistem Penyedia Air Bersih (SPAM) yang tak berfungsi. Kini tak ada air bersih yang mengalir ke dusun tersebut.

Parahnya, instalasi SPAM tersebut dibutuhkan masyarakat setempat untuk bersiaga menghadapi musim kemarau. Mengingat warga setempat kerap kesulitan air bersih.

“Harusnya sekarang ini sudah mulai siaga dan di musim hujan kemarin pun sebenarnya masyarakat tetap membutuhkan air dari sumber mata air itu. Tapi nyatanya hanya dibangun saja, penampungan-penampungan tapi tidak ada airnya,” ketus Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara, Selasa (14/03/2023).

Dia menuturkan, sejak selesai dibangun oleh Dinas PUTR Lobar pada Desember 2022 lalu, proyek penampungan air itu hanya bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama dua hari. Kemudian sampai saat ini tak pernah lagi ada air bersih yang mengalir ke penampungan tersebut.

- Advertisement -

“Setelah itu (2 hari berjalan) air hilang, dan sampai sekarang tidak pernah mengalir lagi. Sehingga proyek ini menjadi sia-sia untuk sementara waktu, karena tidak bisa dimanfaatkan hasilnya,” terang dia.

Padahal, menurut Afgan air yang dialirkan untuk mengisi penampungan itu bersumber dari mata air Gunung Sembiris yang walaupun sedang musim kemarau tak pernah mengalami kekeringan. Sehingga tak adanya air yang mengalir mengisi penampungan itu saat ini diduga akibat pipa yang tersumbat.

Saat dikonfirmasi terkait kemungkinan kendala karena letak geografis yang menghambat aliran air dari proyek itu, Afgan menyebut sebelum memulai pembangunan pihak terkait sudah melakukan survei sejak jauh jauh hari. Antara lain untuk memastikan bahwa air dari mata air itu akan bisa mengalir ke lokasi penampungan.

“Mereka sudah melakukan survei jauh-jauh hari sebelumnya, bahwa airnya akan bisa sampai di sana (penampungan). Dan memang terbukti bisa, tapi cuma 2 hari,” bebernya.

Tak ada air yang mengalir ke penampungan itu saat ini diduga akibat pipa air itu tersumbat kerikil dan batu karang, sehingga menghambat alirannya. “Saya sudah bersurat ke PU tiga bulan lalu tapi belum direspon untuk perbaikan,” tandasnya.

Dalam surat itu, pihaknya juga meminta agar Dinas PUTR dapat membekali warga setempat untuk bisa memperbaiki jika aliran air bersih di tempat mereka itu suatu waktu bermasalah, seperti yang terjadi saat ini.

“Supaya warga setempat bisa memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan, tanpa harus menunggu teknisi dari PU, khusus untuk kerusakan ringan,” tutup Afgan. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer