Perhimpunan Radiografer Indonesia Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

Perhimpunan Radiografer Indonesia Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

Mataram (Inside Lombok) – Saat ini, perkembangan pada dunia teknologi sudah semakin pesat. Termasuk diantaranya teknologi pada bidang kesehatan. Menghadapi itu, Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) menggelar workshop sekaligus musyawarah nasional (Munas) XIV di Hotel Lombok Raya.

Ketua Panitia Muhammad Syafii mengatakan, kegiatan itu telah dimulai dari 8 November 2019. Diikuti 633 peserta dari seluruh Indonesia.

”Kegiatan ini berakhir pada Hari Minggu. Ditutup dengan Munas,” kata Syafii.

Workhshop digelar untuk pengembangan dan peningkatan kompetensi radiografer. Terutama di bidang radiodiagnostik, imejing, radioterapi, hingga kedokteran nuklir. Diharapkan, kata Syafii, kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan radiografer dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nurhandini Eka Dewi menilai workshop yang dilakukan sebagai bentuk komitmen PARI. Untuk meningkatan SDM radiografer secara seragam di Indonesia. Sehingga siap menyongsong revolusi industri. Juga sebagai upaya memperbaiki derajat kesehatan masyarakat di NTB.

”Perkembangan sudah sangat cepat. Banyak teknologi yang muncul di era sekarang,” ucap Nurhandini.

Ia melanjutkan bahwa tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi mengubah kehidupan. Banyak hadir alat canggih yang bersinggungan langsung dengan manusia. Ini juga terjadi di dunia kesehatan. Menyangkut sistem pelayanan hingga SDM.

Perkembangan teknologi memberi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Khususnya radiografer, ucap Nurhandini. Mereka harus terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya.
Jika radiografer yang merupakan ujung tombak pelayanan radiologi, mampu menguasai teknologi dengan baik, tentu akan menghadirkan pelayanan cepat, tepat, akurat, dan efisien.

Nurhandini yakin, workshop yang digelar PARI bisa menghadirkan banyak pengetahuian. Serta pengalaman baru. Yang bakal memperkaya dunia pendidikan kesehatan dalam bidang kedokteran. Khususnya radiologi.

”Kebetulan di katalog Kemenkes, RSUD NTB masuk dalam wisata medis. Salah satu keunggulan yang kita tawarkan itu radioterapi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nurhandini mengucapkan banyak terima kasih atas workshop dan munas PARI yang digelar di NTB. Pascagempa, kata dia, pemerintah terus berupaya membangkitkan perekonomian masyarakat.Salah satunya dengan mengundang semua pihak untuk menyelenggarakan kegiatan di NTB.

”Alhamdulillah PARI menyambut baik itu,” tandas Nurhandini.

Sementara itu, Ketua umum PARI Sugiyanto mengajak seluruh anggota PARI untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat.

”Kita bersama membangun PARI agar semakin bermanfaat dan sejahtera,” ujarnya.