Sempat Ditunda, Musda Golkar NTB Tunggu Kesiapan DPP

Ketua DPD I Golkar NTB, H. Suhaili FT, Jumat (24/7/2020). (Inside Lombok/Lensa Humas Loteng).

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pertarungan merebut kursi Ketua DPD I partai Golkar NTB hingga kini masih belum jelas usai ditunda kembali pada Rabu (22/7/2020) lalu.

Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H. Suhaili FT, Jum’at (24/7/2020) di Kantor Bupati Lombok Tengah mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari DPP Partai Golkar terkait jadwal Musyawarah Daerah (Musda).

Diharapkan jadwal Musda itu keluar sebelum tanggal 31 Juli. Karena kalau di atas tanggal 31 Juli, DPP harus menunjuk PLT ketua DPD I Golkar NTB seiring dengan berakhirnya jabatan Suhaili FT sebagai ketua DPD I Golkar NTB.

“Intinya DPD I Golkar NTB sudah siap menggelar Musda. Bukan DPD I yang tidak siap”,katanya.

Izin Musda pada Rabu (22/7/2020) lalu di Kuta Mandalika bahkan sudah keluar. Namun, karena pengurus DPP yang juga sebagai pemilik suara tidak hadir, maka Musda Golkar NTB ditunda lagi.

Disebutkan, ada lima provinsi yang belum menggelar Musda hingga batas waktu 31 Juli. Sehingga berimbas pada Musda Golkar NTB.

“Karena persoalannya Wakil Ketua di DPP yang ditugaskan itu berbenturan jadwalnya”,katanya.

Dia tidak ingin berspekulasi terkait kemungkinan adanya pihak yang menginginkan Musda Golkar NTB ini ditunda.

Hal itu terkait dengan anggapan banyak pihak bahwa DPP Partai Golkar menunda Musda karena menghendaki Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memimpin Partai Golkar NTB.

Sementara DPD Golkar kabupaten kota dan organisasi sayap sebagai pemilik suara dikabarkan masih menginginkan Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT melanjutkan memimpin Golkar NTB.

“Saya tidak mau berspekulasi dan tidak mau seudzon, lah, ya. Itu boleh-boleh saja. Tapi yang penting dalam berpartai, apalagi Golkar partai besar, punya aturan mainnya. Ada panduan dalam agenda. Apalagi Musda ini agenda lima tahunan”, imbuhnya.

Sejauh ini, dia dan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh masih menjadi kandidat yang bersaing ketat merebut kursi pimpinan partai beringin itu.

Sebagai bentuk keseriusan maju pada Musda Partai Golkar NTB, Suhaili sempat membawa sejumlah Ketua DPD Partai Golkar kabupaten kota di NTB untuk bertemu dengan Ketua DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sementara Ahyar Abduh sudah melakukan lobi-lobi politik beberapa hari sebelumnya. Bedanya, dia tidak seperti Suhaili FT yang membawa beberapa ketua DPD partai Golkar Kabupaten Kota. Namun sendiri.

“Kalau masalah kader yang maju itu silahkan. Tapi ada persyaratan juga yang harus dipenuhi. Siapapun, jangankan Pak Ahyar, walikota Mataram”, cetusnya.