PPKM di NTB Turun Level, Kapolri Ingatkan Tetap Waspada Peningkatan Kasus

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP., dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimamsyah saat memantau pelaksanaan Vaksinasi di SMA Negeri 4 Mataram Jum’at (10/10) Siang. (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tetap dievaluasi. Beberapa daerah di Provinsi NTB sudah turun level dari level 3 menjadi lebih rendah. Namun terkait penurunan level tersebut, pemerintah daerah (pemda) diminta agar lebih waspada.

“Selalu saya ingatkan, dengan penurunan level tentunya akan ada aktivitas yang akan dilonggarkan. Ada kurang lebih 10 sektor yang akan dilonggarkan. Ini harus diwaspadai kemudian ditingkatkan protokol kesehatannya,” kata Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTB, Jum’lat (10/10) sore.

Kapolri mengatakan, jika penerapan protokol kesehatan dilonggarkan maka dikhawatirkan penularan Covid-19 kemungkinan akan meningkat. “Manakala protokol kesehatan tidak ditegakkan secara kuat maka kemungkinan meningkatnya laju pertumbuhan Covid atau laju penularan covid akan kembali meningkat,” ujarnya.

Ia meminta agar edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya protokol kesehatan harus dilakukan dengan maksimal kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi.

“Ini yang tentunya perlu selalu diedukasi disosialisasikan. Dan masyarakat mohon kerjasamanya kemudian bisa sama-sama menjaga protokol kesehatan,” harapnya.

Selain protokol kesehatan, percepatan vaksin harus dilakukan. Kapolri mengapresiasi program 45 ribu vaksin di NTB dalam sehari. Pasalnya, jika program tersebut tercapai maka Provinsi NTB menjadi satu-satunya daerah yang mencapai target yang ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.

“Mudah-mudahan ini bisa tercapai dan kalau ini bisa tolong dipertahankan terus kedepan,” ujarnya.

Diketahui pada bulan November mendatang Provinsi NTB khususnya Lombok Tengah menjadi tuan rumah event internasional Superbike. Sehingga vaksinasi harus digencarkan kembali agar masyarakat yang akan dikunjungi dalam keadaan sudah divaksin.

“Saya ingatkan dibulan November nanti akan ada kegiatan besar internasional superbike yang akan dilaksanakan di wilayah Mandalika. Ini tentunya memerlukan kesiapan khusus. Khususnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Kesiapan vaksinasinya,” tegasnya.

Diharapkan, dengan protokol kesehatan yang ketat dan target sasaran vaksin terpenuhi. Semua rangkaian kegiatan Superbike bisa berjalan dengan baik. “Rangkaian internasional bisa dilaksanakan dengan baik namun angka Covid tetap bisa dipertahankan untuk tidak naik kembali,” harapnya.