Waspada Virus Cacar Monyet, Menteri Kesehatan Imbau Jaga Kebersihan

Pasien yang terjangkit virus cacar monyet (Sumber: CDC Public Health Image Library)

Mataram (Inside Lombok) – Sebuah penyakit langka yang disebabkan oleh virus cacar monyet belakangan ini mulai menjangkit di Singapura sejak bulan April 2019. Kementrian Kesehatan (MOH) menyatakan seorang pasien pertamanya berasal dari Nigeria positif terjangkit penyakit tersebut pada Rabu lalu (08/05/2019).

Kondisi pasien tersebut saat ini sudah stabil dan berada dalam proses karantina di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura. Virus cacar monyet ini bisa tertular apabila ada kontak langsung antara sekresi saluran pernapasan manusia dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus dan tupai.

Kabar mengenai virus yang sudah sampai di Singapura ini mendorong Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek untuk mengimbau masyarakat agar selalu waspada akan penyebaran virus cacar monyet tersebut.

“Mula-mula, penyakit ini hanya ada di Afrika, terutama di bagian barat, Kongo, Liberia, lalu Pantai Gading, Nigeria. Kita khawatir karena saat ini sudah sampai Singapura,” kata Nila di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/5/2019).

Bersamaan dengan imbauan tersebut, Kemenkes berupaya untuk memperketat pintu masuk ke Indonesia. Pelabuhan Batam menjadi daerah yang akan diawasi lebih awal lantaran lokasinya yang dekat dengan Singapura dan sejumlah pemantauan di bandara yang membuka rute penerbangan dari Singapura.

Nila juga menegaskan akan perkuat karantina terkait virus di kantor kesehatan yang ada di seluruh pelabuhan Indonesia. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah dilengkapi peralatan deteksi suhu tubuh untuk memeriksa penumpang dan segera akan diperiksa secara medis jika ada yang memiliki suhu tubuh tinggi.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk kerap menjaga kebersihan di kesehariannya agar mengurangi potensi terjangkitnya virus cacar monyet.

“Cuci tangan sebelum makan. Kalau batuk, pakai masker. Ini sebenarnya virus tidak ada obatnya. Ini persoalan daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh sedang baik, kita mungkin menular sedikit. Kemungkinannya kecil,” lanjut Nila.

Gejala awal penyakit cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, nyeri di bagian punggung dan otot, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, serta merasa lelah di minggu awal. Setelah 1-3 hari setelah merasakan demam, akan timbul ruam yang berisi cairan mulai dari wajah ke bagian tubuh lainnya dan akan hilang di minggu ketiga.

Hingga saat ini belum ada perawatan khusus untuk infekso cacar monyet. Namun WHO tetap menyarankan untuk melakukan pemberian vaksin agar mencegah infeksi cacar monyet pada tubuh. Menkes Nila menganjurkan kepada umat Muslim untuk mengonsumsi suplemen tambahan selama menjalankan ibadah puasa untuk meningkatkan daya tahan tubuh.