30.5 C
Mataram
Jumat, 21 Juni 2024
BerandaKriminalBerkelahi dengan Pacar, WNA Inggris Rusak Penginapan di Gili Meno

Berkelahi dengan Pacar, WNA Inggris Rusak Penginapan di Gili Meno

Lombok Utara (Inside Lombok) – Seorang pria asal Inggris inisial KJB (30) dilaporkan melakukan pengrusakan terhadap sebuah penginapan di Dusun Gili Meno, Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara, Senin (14/8) kemarin. Aksi pengrusakan diduga dilakukan Warga Negara Asing (WNA) tersebut karena cemburu terhadap sang kekasih inisial NC yang juga berasal dari Inggris.

Pengrusakan yang dilakukan bermula saat dirinya tengah berlibur di Gili Meno. Sempat terlibat perkelahian dengan kekasihnya, KJB pun melakukan pemukulan terhadap NC sehingga mengalami luka pada bagian kepalanya.

“Melihat pacarnya ngamuk dan melakukan pemukulan, NC merasa ketakutan dan berlari sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” ujar Kapolres Lombok Utara, AKBP Didik Putra Kuncoro, Selasa (15/8).

Lebih lanjut, warga sekitar Gili Meno mendengar adanya teriakan dari NC dan melihat kejadian tersebut langsung mengamankan NC. Kemudian membawanya ke klinik untuk mendapatkan perawatan atas luka yang didapatnya.

- Advertisement -

KJB yang melihat NC pergi meninggalkannya pun merasa tidak terima karena ditinggalkan. “Karena tidak terima ditinggalkan, KJB terus mencari pacarnya ini. Tetapi yang bersangkutan tidak menemukan NC, selanjutnya dia mengamuk dan merusak bungalow milik salah satu warga Dusun Gili Meno,” terangnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, KJB merusak pintu kayu dan kaca penginapan hingga pecah. Hal itu pun membuatnya mengalami luka robek pada tangan kanannya, hingga mengalami pendarahan yang cukup parah. “Atas kejadian tersebut, KJB selanjutnya diamankan ke rumah Kadus Gili Meno,” jelas Didik.

Adapun langkah yang telah dilakukan pihaknya, selain mengamankan KJB anggota Pol Subsektor juga membawa yang bersangkutan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan atas luka yang dideritanya. “Sekarang sudah dirujuk ke Rumah Sakit di Mataram akibat pendarahan terlalu banyak dan melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi,” tandasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer