Begini Pertanyaan Guru Honorer Saat Jokowi Ucapkan Selamat HUT PGRI

Mataram (Inside Lombok)- Sejarah hari guru nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2018 bersamaan dengan hari lahir PGRI kemarin diperingati hari ini, Senin (26/11/2018).

Banyak pihak yang mengucapkan HUT PGRI dalam berbagai media sosial yang mereka miliki. Termasuk salah satunya Presiden Joko Widodo yang juga mengucapkan selamat hari guru nasional dalam unggahan akun resmi instagram @jokowi miliknya.

Dalam postingannya tersebut, Presiden Jokowi menulis caption tugas guru dalam membangun identitas, karakter, dan martabat bangsa melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah jalan panjang yang ditempuh sebuah bangsa yang menghadapi tantangan untuk membangun identitas, karakter, dan martabatnya. Di jalan inilah tugas guru tidak akan tergantikan. Mereka mengemban tugas profetik, menjalankan misi kemanusiaan, dan keberadaban dengan menggali, menyadarkan, dan mengajak serta menggerakan jiwa anak didik pada kebenaran dan kebaikan” tulis Presiden Jokowi dalam unggahan Instagram resminya.

Menanggapi unggahan orang nomor satu di Indonesia tersebut, warganet memenuhi kolom komentar akun Presiden Jokowi. Salah satunya soal kesejahteraan guru terutama guru honorer. Mereka meminta agar Presiden lebih memerhatikan guru honorer Indonesia.

Mengingat dalam acara peringatan HUT PGRI, pada 1 juni 2014 lalu, Jokowi memberikan janji akan menyelesaikan masalah honorer apabila terpilih pada Pilpres waktu itu.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Negara akan terus menjamin kesejahteraan guru-guru di Indonesia, salah satunya dengan memastikan tunjangan guru akan tetep dibayarkan tanpa ditunda pada acara puncak HUT PGRI ke-72, Sabtu (2/12) di Istana Negara (dipansir dari Riaurealita.com)

Namun, ternyata sampai perayaan HUT PGRI ke-73 warganet masih mempertanyakan nasib guru honorer seperti postingan netizen berikut ini.

Adapula warganet yang menanyakan keberadaan Presiden Jokowi saat para guru honorer melakukan unjuk rasa guna menyampaikan apresiasinya di depan Istana belum lama ini.


Belum lama ini, sekitar 70.000 guru honorer dari 34 provinsi yang ikut aksi tersebut merasa kecewa. Karena tidak ada tanggapan dari pihak Istana yang membuat massa harus bermalam di sana dan pulang tanpa membawa hasil.

“Kami rela tidur di depan Istana, bayar sewa bus jadi lebih mahal hanya karena ingin mendapat jawaban dari Jokowi,” kata Titi dilansir dari Kompas.com, Kamis (1/11/2018).

Tak sedikit pula warganet yang mengucapkan selamat hari guru nasional karena jasa-jasa bapak ibu guru yang telah mendidik mereka.

Hari guru menjadi momen untuk memperingati jasa-jasa para guru. Dari mereka, generasi penerus bangsa ini belajar akan budi pekerti. (IL6)