Puluhan Orang Meninggal Dunia pada Banjir Sulsel

Mataram (Inside Lombok) – Banjir besar melanda Sulawesi Selatan, terdapat 7 kabupaten dan kota yang terdampak seperti Makassar, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, dan Soppeng. Namun, titik terparah ada di Makassar dan Gowa.

Dikutip dari akun instagram pribadi milik Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, hingga saat ini tercatat korban meninggal dunia sebanyak 30 orang, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 5.825 orang terdampak dan 3.321 orang mengungsi.

Selain itu, banjir juga mengakibatkan 76 unit rumah rusak (32 unit hanyut, 25 rusak berat, 2 rusak sedang, 12 rusak ringan, 5 tertimbun), 2.694 unit rumah terendam, 11.433 hektare sawah terendam banjir, 9 jembatan rusak, 2 pasar rusak, 6 unit fasilitas peribadatan rusak dan 13 unit sekolah rusak.

Data masih masih bersifat sementara dan dapat berubah, karena masih terus dilakukan pendataan oleh BPBN. Dan status tanggap masih diberlakukan hingga 14 hari kedepan.

Dilansir dari bbcindonesia.com Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Devo Khaddafi, bencana banjir yang terjadi merupakan yang terbesar di Sulsel selama satu dekade terakhir.

Hal ini disebabkan oleh hujan terus menerus tanpa henti dengan lebat mengakibatkan volume air di bendungan bili-bili di Kabupaten Gowa meningkat hingga ke level waspada.