Pemkab Lobar Berencana Buka Jalur Pendakian Rinjani Melalui Dusun Kumbi

Kepala Dinas Koperasi Lobar, H.M. Fajar Taufik, saat ditemui di ruangannya. Kamis (03/09/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah Lombok Barat berencana untuk membuka jalur pendakian Rinjani melalui Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada pada 2021 mendatang. Pemkab tengah berupaya untuk memeberdayakan masyarakat setempat.

Dinas Koperasi Lobar telah memberikan pelatihan kepada 30 orang ibu rumah tangga yang ada di Pakuan untuk dapat menghasilkan kreasi. Ini juga bertujuan untuk mempromosikan produk lokal wilayah tersebut nantinya.

“Nah Dinas Koperasi juga masuk di situ, jadi jangan sampai masyarakat Desa Pakuan hanya menjadi penonton di desanya sendiri” sebut Kepala Dinas Koperasi Lobar, H. M. Fajar Taufik, Kamis (03/09/2020) di Gerung.

Melalui Dinas Koperasi Lobar, Pemda Lobar berupaya memberdayakan masyarakat sekitar untuk dapat memanfaatkan momentum tersebut. Guna mempromosikan berbagai kreasi yang bisa disajikan dari daerah Pakuan.

“Jadi nanti akan ada peraturan di situ, wisatawan yang akan mendaki melalui jalur itu diwajibkan nginap semalam, sebelum langsung naik. Ini seperti yang ada di Torean” jelas Taufik.

Pemda akan melayih warga setempat untuk bisa menjamu wisatawan dengan baik. Sehingga jalur pendakian ini bisa menjadi ladang pendapatan warga.

“Nah dengan mereka nginap di situ, mereka butuh makan, butuh snack” imbuhnya.

Ini sebagai strategi guna mempromosikan berbagai potensi yang ada di wilayah tersebut. Tidak hanya potensi alam, tetapi juga potensi-pontensi lainnya dari hasil alam.

“Selama ini kan banyak pisang yang turun dari hutan, ada yang pakai motor, pakai mobil, tapi begitu sampai di Kumbi, datang mobil luar untuk ngambil itu pisang yang dijual mentah” sebutnya.

Melihat hal tersebut, Dinas Koperasi bergerak untuk memberdayakan masyarakat untuk dapat memanfaatkan hasil panen tersebut. Hasil itu dikreasikan dan nantinya itu dapat dipromosikan kepada para wisatawan yang akan mendaki melalui jalur tersebut.

“Sekarang Alhamdulillah ibu-ibu di sana sudah kami beri pelatihan untuk pengolahan itu, sudah dibuatkan izin juga dan sekarang mereka telah belajar untuk itu,” jelas Taufik.

Dalam hal ini, untuk membantu geraknya program tersebut, Taufik menyebutkan bahwa, Dinas Koperasi memberi dukungan dengan mengusulkan masyarakat yang telah diberi pelatihan di Pakuan untuk masuk dalam BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro). Guna mendukung permodalan untuk kelancaran program tersebut.

“Program itu kan tidak bisa berhenti hanya dengan diberikan pelatihan kemudian selesai. Tetapi mereka butuh bantuan peralatan dan permasalahan mendasar juga adalah modal. Modal ini dari mana? Ya kami usulkan mereka melalui program BPUM ini” pungkasnya.

Dirinya menyambungkan, untuk bantuan peralatan, Dinas Koperasi mencanangkan bantuan tersebut nantinya akan dibelikan menggunakan dana insentif daerah.

“Untuk realisasinya, ini kan sudah kita programkan ya, syukur-syukur bisa tahun ini, tapi kalau tidak bisa, ya tahun depan. Tapi intinya mereka ini perlu dibantu dan diberikan dukungan” tutup kepala Diinas Koperasi Lobar ini.