Taman Impian Suranadi, Pilihan Berlibur Kekinian di Lobar

Wisatawan tengah mengambil gambar dan mengabadikan kebersamaannya di Taman Impian Suranadi. (Inside Lombok/Linggauni)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Libur telah tiba, tentu saja banyak yang mencari referensi tempat berlibur. Wisatawan dapat berkunjung ke Taman Impian Suranadi (TIS) yang ada di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Lokasinya ada di sekitar 2 kilometer dari wisata pemandian  Suranadi. Tepatnya di Jalan Raya Suranadi Sesaot Gondar Narmada, lokasinya pun sangat mudah ditemukan.

Tiket masuk menuju TIS ini hanya Rp10 ribu. Terdapat beberapa wahana keluarga yang ditawarkan. Diantaranya wahana bermain untuk anak seperti ayunan, rumah pohon, mancakrida hingga taman bungga beraneka ragam.

Taman ini juga menawarkan sejumlah tempa swafoto yang menarik. Bagaimana tidak, selain hamparan kebun bunga, di taman ini juga terdapat sejumlah miniatur rumah kurcaci dan hobbit.

“Destinasinya bagus dan kekinian, banyak spit selfie (swafoto, red) juga,” ujar salah satu wisatawan asal Kota Mataram Lili Harianti, Sabtu (22/12/2018).

Taman ini juga cukup rimbun dengan adanya sejumlah pohon. Ada pohon rambutan, pohon nanggis hingga pohon durian.

Di taman ini juga ada kantin yang mengediakan aneka hidangan khas Lombok. Diantaranya sate bulayak, pelecing dan lainnya. Wisatawan dapat menikmati aneka kuliner itu sambil bersantai dan menikmati suasana taman ini.

Pengelola TIS, Komang Asta mengatakan bahwa ide pembuatan taman ini muncul dari Forum Pariwisata Suranadi. Pihaknya ingin menghidupkan kembali kearifan lokal dari sejarah Suranadi melalui taman tersebut. Terutama budaya gotong royong, sebab pembuatan taman tersebut dilakukan bersama-sama oleh masyarakat setempat.

“Ingin mengingatkan kembali zaman dulunya Suranadi, seperti adanya lumbung di dalam TIS itu,” ungkapnya.

Luas taman itu mencapai 1 hektare. Selain menyediakan tempat swafoto dan berbagai wanaha, di sini juga terdapat banyak bunga. Terdapat kurang lebih 300 jenis tanaman bunga. Ada yang didatangkan dari Malang, Bali dan ada pula budidaya anggrek lokal.