Pembukaan Sekolah, Pemda Loteng Tunggu Komando Provinsi

Sekda Kabupaten Lombok Tengah, HM.Nursiah, Rabu (26/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pemkab Lombok Tengah hingga saat ini masih belum mau membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

Meski diakui bahwa baik siswa maupun wali murid sudah sangat siap untuk kembali dilakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Sepertinya tahun depan (masuk sekolah). Memang siswa dan orangtua sangat siap untuk dibukanya sekolah”,kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah, HM.Nursiah, Rabu (26/8/2020) di Praya.

Alasan Pemda masih belum mau membuka sekolah masih sama, yakni khawatir para siswa akan terpapar Covid-19.

Alasan lainnya adalah Pemda masih menunggu komando dari pemerintah provinsi untuk kembali membuka sekolah. Pasalnya, Pemda Lombok Tengah tidak ingin menjadi sorotan karena menjadi satu-satunya daerah di NTB yang membuka sekolah.

“Kita harus menyesuaikan secara NTB. Kalau kita sendiri (buka sekolah) yang lain belum, nanti kita jadi sorotan”, imbuhnya.

Menurut Nursiah, kalau sudah ada komando dari Pemprov NTB untuk membuka sekolah, maka Pemda Lombok Tengah akan langsung membuka. Karena sarana prasarana pendukung untuk pencegahan penularan Covid-19 di sekolah juga sudah dipersiapkan.

“Kalau memang ada komando untuk segera buka sekolah ya kenapa tidak”, ujarnya.

Adapun saat ini, para siswa diminta untuk belajar ke rumah guru atau guru yang mendatangi siswa ke rumahnya untuk belajar. Meski diakui bahwa kegiatan tersebut sama artinya dengan melakukan pembelajaran langsung di sekolah.

Bahkan, belajar di sekolah dianggap akan lebih epektif di dalam pencegahan Covid-19. Karena tempat duduk antara siswa akan diatur dengan jarak beberapa meter. Jam belajar juga bisa dibatasi.

Adapun belajar di rumah guru atau di rumah siswa dianggap lebih rentan tertular Covid-19 karena siswa biaa luput dari pengawasan guru atau orang tua.

Di mana, para siswa duduk berdekatan dan ada juga yang tidak patuh protokol pencegahan Covid-19 seperti memakai masker dan mencuci tangan.

“Itu pola pertama dulu. Belum di sekolah. Jadi kesimpulan itu kegiatan belajar mengajar di rumah guru”,kata Nursiah.