Realisasi Rumah Tahan Gempa Lambat, Begini Tanggapan BPBD NTB

Pembangunan rumah tahan gempa di Lombok Barat. (Inside Lombok/Humas Lobar)

Mataram (Inside Lombok) – Sudah enam (6) bulan lebih sejak bencana gempa melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok. Rumah-rumah rusak, dan banyak orang harus menetap di penampungan sementara di daerah masing-masing.

Pemerintah telah menjanjikan bantuan dana sebesar Rp50 juta untuk setiap korban bencana, tergantung dari kerusakan yang dideritanya. Namun tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa realisasi dari bantuan dana tersebut sangat lambat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum, menyampaikan bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi lambatnya dana tersebut sampai ke masyarakat korban gempa. Antara lain faktor kurangnya fasilitator, administasi di beberapa daerah, juga kurangnya material bangunan yang bisa disuplai untuk membangun rumah hunian.

“Kita berharap satu atau dua bulan kedepan pembangunan rumah bisa rampung. Ini fasilitator kita sangat kurang untuk mengejar target membenahi semua rumah yang rusak. Rumah yang rusak berat saja ada sekitar 75 ribu, belum yang sedang dan ringan,” ujar Rum ketika ditemui pada Rabu (16/01/2019).

Rum juga menambahkan bahwa persentasi fasilitator yang ada dilapangan sekarang adalah 1/3, yang akan diatasi dengan tambahan 1000 fasilitator dari masyarakat umum yang mengikuti seleksi di BPBD dan juga bantuan dari TNI.

“Bangun rumah ini juga kita maunya cepat. Tapi di beberapa daerah memang material belum bisa disuplai dengan baik. Kalau mau buat rumah kayu dari kayu yang ada di lombok, habis semua kayu-kayu ini. Gempa aman, banjir iya,” ujar Rum.

Sebelumnya Gubernur dan Wakil Gubernur NTB telah melakukan rapat bersama Wakil Presiden Indonesia. Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa pemerintah provinsi berhak menentukan jenis rumah yang akan dibangun di setiap wilayah, tergantung kebutuhan dan efisensinya.

“Kita berharap, dengan cara seperti itu, ada banyak tipe rumah yang bisa dipilih. Jadi tidak harus tipe rumah kayu atau tipe yang memang tidak cocok untuk beberapa daerah. Dengan begitu pengerjaannya bisa lebih cepat selesai,” pungkas Rum.