Pembuat SIM Wajib Tes Psikologi Mulai Awal Juli, Begini Gambaran Soalnya

Ilustrasi SIM (Sumber: titiknol.com)

Mataram (Inside Lombok) – Baru-baru ini Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Ditlantas Polda NTB mengatakan akan memberlakukan persyaratan baru dalam proses permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk semua golongan.

Dimana seluruh pemohon diwajibkan melakukan tes psikologi terlebih dahulu. Hal tersebut sesuai Amanat UU no 22 tahun 2009 ttg Undang-undang lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 81 ayat 4, dimana syarat kesehatan dalam penerbitan SIM meliputi, sehat jasmani dengan surat keterangan sehat dr dokter dan sehat rohani dengan surat lulus tes psikologi dari konsultan psikologi.

“Dalam waktu dekat kami akan tambahkan persyaratan permohonan SIM dengan melampirkan hasil tes psikologi. Jadi persyaratan tes psikologi ini akan diberlakukan untuk seluruh golongan SIM serta diberlakukan untuk pengajuan SIM baru, peningkatan golongan SIM dan perpanjangan SIM,” ujar Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Amin Litarso, di Mataram, Selasa (18/06/2019).

Berkaitan dengan surat keterangan lulus uji Psikologi, pihak Ditlantas telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak konsultan Psikologi yang telah memiliki izin praktek. Mereka akan memberikan uji psikologi sekaligus menerbitkan surat keterangan lulus Uji psikologi.

Adapun materinya uji psikologi adalah kemampuan kosentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja . Pemohon akan disuguhkan pernyataan tentang gambaran perilaku di dunia nyata.

“Pernyataan tersebut nanti apakah sesuai dengan dirinya (pemohon) atau tidak. Nanti di komparasikan dengan standar Peraturan Kapolri dengan standar Peraturan Kapolri (Perkap),” jelas Kombes Amin.

Adapun berkaitan biaya Ujian psikologi ditentukan oleh konsultan psikologi masing-masing dan tentunya disesuaikan dengab peraturan yang berlaku. Diharapkan tidak terlalu memberatkan kepada pemohon/masyarakat yang ingin membuat atau memperpanjang SIM.

“Perlu masyarakat ketahui bahwa SIM merupakan bukti kompetensi mengemudi sehingga menerbitkannya pun diatur dengan syarat – syarat yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hal ini dimaksudkan agar pemilik SIM benar – benar memiliki kompetensi mengemudi yang baik, dan menjadi pengemudi yang santun, beretika dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Jika dalam uji psikologi hasilnya tidak sesuai/tidak lulus uji, pemohon dapat kesempatan untuk mengulang.

“Nanti sebelum mengulang pihak konsultan psikologi akan beri penjelasan dan menerangkan kenapa mereka gagal. Kemudian diberi edukasi, apa yang seharusnya dilakukan. Mengingatkan lagi,” tuturnya.

Saat ini, Ditlantas Polda NTB sudah bekerja sama dengan beberapa lembaga konsultan Psikologi. Mereka aka melayani uji psikologi dengan membuka gerai uji psikologi yang didirikan dekat dengan layanan penerbitan SIM/Satpas. Hal ini untuk memudahkan masyarakat pemohon SIM dalam memenuhi syarat kesehatan rohani.

Terhitung mulai 14 Juni hingga 28 Juni, pihak Ditlantas Polda NTB masih melaksanakan simulasi uji psikologi di seluruh Satpas SIM se Nusa Tenggara Barat.

Pada 1 Juli mendatang, uji psikologi sudah mulai diwajibkan dan diterapkan untuk seluruh jenis permohonan SIM di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Barat.