74 Investor di Lombok Barat Ini Terancam Izinnya Dicabut, Ini Penyebabnya

Ilustrasi (Sumber foto: pontas.com)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak 74 Investor Penanam Modal Asing (PMA) terancam dicabut izinnya oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Barat . Hal ini disebabkan karena investor itu tidak juga memanfaatkan lahan yang sudah dikuasai.

Kepala DPMPTSP Lobar, H Dulahir sudah mengirimkan surat kepada para investor itu melalui surat elektronik dua minggu lalu. Namun hingga kini belum ada respon dari investor itu.

“Sudah kita usulkan untuk penghapusan modalnya di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” ujarnya, Kamis (29/11/2018).

Ia merasa bahwa investor itu terkesan tidak serius dalam memanfaatkan lahannya. Sehingga mereka harus menerima konsekuensi bahwa mereka akan dikeluarkan dari daftar investor.

“Ada yang memang sudah bentuk HGB (Hak Guna Bangun), tetapi itu risikonya dia. Karena dia tidak mau melaksanakan itu (pemanfaatan lahan),” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa penghapusan investasi itu sudah sesuai dengan regulasi. Apabila sudah lewat tiga tahun izin keluar, namun belum ada aktivitas investasi yang dilakukan. Maka tidakan tersebut diperbolehkan.

“Kalau dia sudah keluar, mau masuk lagi ke dalam daftar, itu sulit,” ujarnya.

Meski demikian, Dulahir mengatakan masih terdapat sejumlah investor baik yang sudah mengembangkan investasinya. Dari data yang ada, sejak tahun 2011 terdapat sekitar 260 investor asing yang masuk atau PMA. Dari jumlah itu yang masih aktif hingga kini sebanyak 194 investor. Dimana hampir sebagian besar bergerak di bidang pariwisata. Seperti perhotelan, kesehatan maupun transportrasi.

Sejauh ini, target untuk investasi lobar sudah mencapai sekitar 90 persen pada triwulan ke III. Dari target 2018 yang mencapai sekitar 1 miliar dollar lebih atau Rp 2 triliun lebih.

“Itu sudah 90 persen ditriwulan ke III, tinggal 10 persen lagi, insya allah selesai sedikit lagi,” pungkasnya. (IL3)