Bangun Sirkuit MXGP, Gubernur NTB Berupaya Tidak Gunakan APBD

53
Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur NTB berupaya agar pemenuhan fasilitas terutama sirkuit untuk event MXGP di Samota Pulau Sumbawa tidak menggunakan APBD. Namun, anggaran sebesar Rp10 miliar yang disiapkan untuk peningkatan kualitas bandara.

“Jadi sebenarnya gini kita usahakan pembangunan area sirkuit MXGP itu tidak pake APBD. tapi kan syarat untuk MXGP itu membenahi bandara,” kata Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah Selasa (12/4) di Mataram.

Ia mengatakan, peningkatan kualitas bandara membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar. Sehingga tidak saja dianggarkan oleh pemerintah pusat melainkan harus adanya kontribusi pemerintah daerah baik Pemprov NTB maupun kabupaten.

“Kalau membenahi bandara ini butuh dana pusat yang besar. Maksud kita itu kalau didanai oleh pusat itu jangan pusat sendiri. Misalnya dana 100, ya pusat 80 atau 85. Provinsi sedikit dan kabupaten sedikit,” ujarnya.

Menurut Dr. Zul, pemerintah pusat akan mengalokasikan dananya jika ada keterlibatan juga dari pemerintah daerah. Diterangkan, alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar tersebut untuk perbaikan bandara. Pasalnya saat ini kondisi bandara di Sumbawa belum bisa dimanfaatkan oleh pesawat dengan kapasitas yang cukup besar.

“Kan artinya yang datang banyak jadi bandara itu harus lebih besar. Pesawat yang besar ini tidak bisa mendarat di Sumbawa sekarang karena aspalnya sedikit,” ungkapnya.

Event internasional yang akan digelar di NTB khususnya Pulau Sumbawa pada Juni mendatang, memaksa pemda untuk bisa berbenah. Seperti peningkatan kualitas transportasi terutama bandara. Karena jumlah kunjungan akan meningkat sehingga membutuhkan transportasi yang memadai.”Ini internasional event memaksa kita berubah,” tegasnya.

Menjelang event MXGP pada 24-26 Juni mendatang, Gubernur NTB gencar mencari sponsor untuk bisa terlibat dalam event tersebut. Karena dengan keterlibatan para sponsor, maka penyiapan fasilitas lainnya tidak menggunakan APBD. “Misalnya dari pertamina kan dia punya kepentingan. PT AMNT. dan perusahan yang lain,” ucapnya.

Saat ini, Gubernur NTB mengaku belum mengetahui secara pasti perusahaan mana saja yang sudah pasti untuk ikut berkontribusi pada event internasional tersebut. “Yang sudah komit saya belum tahu, karena itu bagian sponsor,” pungkasnya. (azm)