Berbagai Kebudayaan yang Masih Terjaga di Lobar Pukau Wisatawan Kapal Pesiar

124
Wisatawan kapal pesiar saat berkunjung ke Pura Lingsar, Rabu (23/11/2022) (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ratusan wisatawan penumpang kapal pesiar Viking Orion singgah di Pelabuhan Gili Mas, Rabu (23/11) pagi kemarin. Mereka pun berkeliling ke beberapa tempat wisata, seperti Senggigi dan Lingsar.

Selain menikmati keindahan Pantai Senggigi, para wisatawan itu mengaku kagum dengan berbagai keindahan dan kebudayaan yang masih terjaga di Lombok Barat (Lobar). Dari total 840 penumpang kapal pesiar Viking Orion yang singgah di Pelabuhan Gili Mas, kurang lebih 750 wisatawan memilih untuk mengikuti tur program ke beberapa destinasi wisata di Lobar.

Di Desa Wisata Lingsar, para wisatawan dipandu mengunjungi Cagar Budaya Taman Lingsar. Setelah mengikuti tur selama hampir satu jam lamanya, nampak dari ekspresi mereka terlihat sangat kagum dengan bangunan dan sejarah yang ada di Taman Lingsar. Begitu pun dengan keharmonisan yang tetap terjaga antara dua umat beragama yakni umat Muslim Sasak dan umat Hindu yang hidup berdampingan di dalam satu kawasan.

“Di Lombok sangat banyak budaya, sangat berbeda dan menarik. Lokasinya (Taman Lingsar) sangat kuno dan berdekatan. Orang-orangnya sangat mengesankan. Hindu-Islam, setiap orang hidup berdampingan secara aman. Mereka semua sangat dekat satu sama lain. Itu sangat mengesankan,” ungkap Dean dan Alice, Wisatawan asal Missouri, Amerika Serikat, saat mengunjungi Taman Lingsar.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Desa Wisata Banyumulek di Kecamatan Kediri, para wisatawan diajak untuk melihat sentra kerajinan gerabah di Dusun Muhajirin, Desa Banyumulek. Setelah tiba di lokasi para wisatawan sudah disambut oleh pengrajin yang sedang membuat gerabah.

Tidak hanya melihat, para wisatawan juga langsung ikut mencoba merasakan sensasi membuat gerabah. Mereka juga banyak yang berbelanja produk gerabah yang sudah jadi sebagai suvenir. Terlebih yang ukurannya kecil, karena mudah dibawa.

Nikmah, serta para pengrajin dan juga pedagang gerabah yang lainnya, mengaku senang bila wisatawan bisa langsung berkunjung ke lokasi mereka. Karena ketika tidak ada wisatawan yang datang, para pengrajin biasanya menjual barang mereka ke pengepul.

“Barang suvenir ini banyak dibeli, seperti telur dan yang lainnya. Kalau bisa setiap minggunya ada tamu yang masuk seperti ini,” harap Nikmah.

Terpisah, Kadispar Lobar, H. M. Fajar Taufiq berharap kunjungan kapal pesiar ini bisa memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat yang ada di Lombok Barat. Ia mengaku, untuk kunjungan kapal pesiar yang kedua pasca pandemi ini, Dispar dan beberapa Desa wisata sudah lebih siap untuk dikunjungi tamu. Baik dari segi destinasinya, atraksinya, maupun tempat belanja.

Ke depan, ia bersama jajaran akan berusaha untuk lebih optimal dalam memanfaatkan momentum tersebut. “Alhamdulillah dengan datangnya para wisatawan ke beberapa desa wisata di Lombok Barat ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Harapan saya kedepan, desa wisata lainnya segera berbenah untuk menyambut kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (yud)