Dewan Minta Pemda dan PDAM Segera Atensi Perbaikan Jalan Bengkel-Merembu

68
Kondiai Jalan Bengkel-Merembu yang Berlubang (Inside Lombok/Azmah)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kondisi ruas jalan dari Bengkel menuju Merembu yang rusak sejak 2017 silam tidak hanya menjadi keluhan pemerintah desa, melainkan warga setempat juga. Untuk itu, Pemda Lobar diminta memberi atensi khusus. Terlebih kerusakan jalan salah satunya diduga lantaran pembongkaran oleh PDAM, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah pemda.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha yang menerima hearing dari para kepala desa terkait pun turut bersuara, agar pemerintah dan pihak terkait segera memberi atensi dan bertanggung jawab dalam pembenahan jalan tersebut.

“Jalan-jalan yang sebenarnya sudah bagus tapi dibongkar karena perbaikan PDAM. Setelah itu dari PDAM tidak ada perbaikan seperti semula,” ujarnya belum lama ini.

Politisi perempuan itu menilai permasalahan ini perlu menjadi atensi Pemda Lobar. Agar saling berkoordinasi dengan salah satu BUMD-nya tersebut. Bagaimana supaya perbaikan jalan itu dapat disegerakan, dan jangan sampai hal serupa juga terulang di lokasi lainnya.

“Jangan sampai jalan dibongkar hanya karena saluran air tetapi kemudian tidak dikembalikan kondisinya seperti semula. Ini harus ada evaluasi,” tegas politisi perempuan dari PKS ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kades Bengkel, M. Idrus bahwa pada 2017 lalu ruas jalan itu sempat diperbaiki. Namun, dibongkar oleh pihak PDAM karena ada perbaikan pipa. Tetapi jalan itu tetap dibiarkan rusak hingga saat ini.

“Mulai tahun 2017 niki (rusaknya) jalan yang ke Merembu niki. Tahun 2017 itu sempat diperbaiki, tapi digali lagi sama PDAM, jadi ya itu rusaknya sampai sekarang,” tutur Kades Bengkel ini, saat ditemui di kantornya, Jumat (12/08/2022).

Jalan rusak dari perempatan Bengkel hingga perbatasan Merembu itu pun kurang lebih panjangnya sekitar 3 kilometer. Sehingga pihaknya bersama kepala dusun (Kadus) setempat pun sudah dua kali berswadaya untuk melakukan pengecoran, guna menambal berbagai sisi jalan yang rusak tersebut. “Sama Pak Kadus, swadaya kita cor, sudah dua kali. Karena jalan ini kan bahaya,” jelasnya. (yud)