Dua Formasi CPNS Lobat 2021 akan Diberikan untuk Difabel

Ilustrasi tes CPNS (Inside Lombok /dok)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ada dua jatah kursi CPNS yang disediakan bagi difabel di Lombok Barat. Rencananya akan ditempatkan untuk nantinya bertugas di Rumah Sakit Tripat Gerung dan rumah sakit Awet Muda, Narmada (RSAM).

“Kita diinformasikan dua persen dari formasi (sebanyak 1.876) itu harus kita berikan untuk rekan-rekan yang menyandang disabilitas” kata Kepala BKDPSDM Lobar, Syahrudin, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/06/2021).

Sehingga dari 124 formasi, akan ada dua kuota yang diberikan bagi penyandang disabilitas. Di mana nantinya mereka akan diposisikan tidak pada bagian yang mengurusi teknis atau pelayanan yang urgent.

“Nanti yang akan ditempatkan di RSAM akan kita posisikan di bagian tenaga IT, kemudian yang di Tripat itu di poli gizi” bebernya.

Lebih spesifik, Kasubid Pengadaan BKDPSDM Lobar, Hirman Zulkarnaen memperjelas, terkait penempatan formasi bagi para disabilitas ini didasarkan atas formasi yang paling banyak dibuka. Dalam hal ini formasi itu berkaitan dengan tenaga kesehatan bagian perawat. Namun, hal itu dirasa tidak memungkinkan.

Sehingga para difabel ini akan diposisikan pada bagian administrasi yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat ataupun teknis.

“Itu yang paling memungkinkan, karena kan tidak mungkin kuta alihkan rekan disabilitas ini ke perawat atau hal-hal yang sifatnya urgent” jelas dia.

Kedua rumah sakit yang ada di Lobar itu pun diakuinya telah menyatakan kesiapan terkait hal tersebut. Dia juga menjelaskan, bahwa nantinya peserta yang akan mengikuti tes diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan tingkat disabilitasnya.

“Karena kita juga perlu mengetahui, sejauh mana tingkat disabilitasnya itu mampu mendukung atau memengaruhi pekerjaan itu” jelas dia.

Selain surat keterangan tersebut, dirinya menyebut, peserta juga nantinya diharuskan untuk mengunggah video. Yang berisikan rutinitas hariannya yang sekiranya dapat menunjang pekerjaan mereka nantinya.