Harga Daging dan Beras di Lotim Tetap Stabil Menjelang Lebaran

69
Daging ayam yang dijajakan di Pasar Tradisional Masbagik, Senin (10/05/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Harga daging dan juga beras di pasar tradisional tetap stabil meskipun menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H. Dinas Perdagangan (Disdag) Lotim pastikan harga tetap stabil hingga usai lebaran.

Kepala Disdag Lotim, Masnan mengatakan bahwa harga daging sapi lokal saat ini masih stabil dengan harga Rp120.000 per kilogram. Sedangkan untuk tetelan sapi seharga Rp80.000 per kilogram.

Selain harga daging sapi, harga daging kambing juga tetap stabil di harga Rp80-85 per kilogram. Sedangkan untuk daging ayam juga diperkirakan akan terus stabil pada harga Rp45.000 per kilogram untuk daging ayam ras.

“Kita juga antisipasi kenaikan harga daging sapi ini yang naik secara tiba-tiba. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan para jagal,”ucapnya kepada awak media, Senin (10/05/2021).

Sedangkan untuk komoditi beras dipastikan akan tetap stabil dikarenakan saat ini para petani sudah memasuki massa panen raya. Untuk harga beras saat ini yaitu berkisar Rp10.000 per kilogram untuk beras premium, dan Rp9000 per kilogram untuk beras medium. Semula harga pada saat musim hujan untuk beras premium sekitar Rp11.000-11.500 sedangkan Rp9.500- Rp10.500 per kilogram untuk beras medium.

Senada disampaikan Wakil Kepala Pasar Tradisional Masbagik, Sofiyanto mengatakan bahwa harga daging pada tahun ini tetap stabil, meskipun menjelang hari lebaran.

“Biasanya untuk harga daging menjelang lebaran sudah naik, tapi ini alhamdulillah masih stabil,” ucapnya kepada Inside Lombok, Senin (10/05/2021).

Akan tetapi, komoditi daging yang paling banyak diserbu pembeli yaitu daging ayam. Daging ayam saat ini lebih diminati ketimbang daging sapi.

“Keadaan pendapatan yang belum normal di massa Pandemi membuat warga harus bisa mengatur keuangannya. Terlebih daging ayam jauh lebih murah dibanding daging sapi maupun kambing,” jelasnya

Saofiyanto juga mengatakan bahwa harga komoditi beras juga menjalang lebaran masi tetap stabil. Hal itu dikarenakan membeludaknya hasil panen petani.