Kasus PMK di Loteng Bertambah, Masyarakat Diminta Tidak Jual Murah Ternak karena Panik

61
Dirjen PKH Kementan RI, Nasrullah saat bersama para peternak di Lombok Tengah (inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah kasus positif dilaporkan menjangkiti 608 ekor ternak warga. Jumlah tersebut naik dari catatan sebelumnya, yaitu 313 kasus pada 15 Mei lalu.

Jumlah kasus PMK di Loteng tersebar di empat kecamatan. Antara lain Kecamatan Jonggat sebanyak 153 kasus, yang tersebar di Desa Sukarara, Nyerot, Barejulat dan Puyung. Kecamatan Praya Timur di Desa Sukaraja 54 Kasus, Praya Tengah Desa Kelebuh 400 Kasus, dan Praya Barat Daya Desa Banyu Urip 1 Kasus.

“Sapi yang paling banyak terpapar berada di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah,” kata Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Taufikurahman, Kamis (19/5/2022) saat berkunjung ke Dusun Pejongah Desa Kelebuh.

Dengan jumlah kasus yang ada, dilaporkan juga ternak yang sembuh dari PMK mencapai 168 ekor di Kecamatan Praya Tengah, 19 ekor di Kecamatan Jonggat, dan Praya Barat Daya 1 Ekor. Sedangkan di Kecamatan Praya Timur belum ada yang terkonfirmasi sembuh.

“Dari 608 ekor yang terpapar kasus PMK ada 168 ekor yang sudah sembuh, dan yang dipotong paksa ada 1 ekor. Belum ada kasus kematian dampak PMK,” katanya. Rahman menerangkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran virus PMK pada ternak di Loteng.

“Kita lakukan isolasi, baik untuk ternak sehat ataupun sakit, dan kita pisahkan hewan sakit dengan yang sehat, pembersihan kandang, desinfektan dan langkah terakhir yaitu pengobatan,” terangnya.

Sementara itu di tempat yang sama Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI (Kementan), Nasrullah memastikan penanganan penyakit ini berjalan dengan baik dan terkendali. Hal itu disampaikannya usai berkeliling memantau kandang tempat ternak yang pertama terkonfirmasi PMK di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah.

“Setelah berbagai gerakan cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian, terbukti bahwa dari 63 ekor sapi yang ada di sini (Kandang Pejongah, Red) 60 ekor dinyatakan telah sembuh,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak agar tetap tenang dan tidak panik dalam menanggapi kasus PMK ini. Pasalnya, penyakit pada hewan tersebut bisa disembuhkan.

“Jangan panik dan khawatir sebab tingkat kesembuhannya juga cukup tinggi, dan bisa disembuhkan,” katanya.Selain itu, ia menegaskan bahwa PMK tidak menular ke manusia dan dagingnya juga masih bisa dikonsumsi selama diolah dengan baik dan bersih.

“Peternak jangan sampai menjual sapinya secara tiba-tiba dan dapat merugikan mereka,” imbuhnya. Lebih lanjut pihaknya juga memberikan bantuan obat-obatan kepada para peternak yang ada di Loteng.

“Kami juga telah membuat posko bantuan berupa crisis center, di mana untuk tingkat kabupaten diketuai oleh Bupati, kemudian tingkat provinsi diketuai oleh Gubernur dan ditingkat pusat oleh Menteri Pertanian,” tutupnya. (fhr)