Kreatif, Ikatan Pemuda Pemudi Desa Aikdewa Buka Lapak Baca Gratis

Antusia anak-anak saat memilih buku untuk dibaca, di Lapak Membaca Gratis, di Pringgasela, Kamis (10/09/1010). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pemudi Desa Aikdewa (IPPDA) Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur membuat kegiatan edukasi dan lapak membaca gratis bagi anak-anak dan masyarakat. Mereka prihatin melihat situasi anak-anak yang sudah enggan untuk membaca ataupun belajar.

Ketua IPPDA, Hirpan Rosidi mengatakan, hal yang mendasari adanya program literasi lapak membaca gratis bagi anak-anak dan masyarakat tersebut. Sebab ia melihat anak-anak saat ini lebih asik menghabiskan waktunya dengan ponsel dibandingkan dengan belajar. Pun dalam kondisi libur panjang akibat Covid-19 membuat anak-anak tidak maksimal dalam belajar.

“Ini merupakan bentuk keprihatinan kita kepada anak-anak yang sudah mulai terbawa menuju dunia gadget dan lupa dengan pembelajaran mereka,” kata Hirpan.

Tak hanya itu, Hirpan mengatakan, bahwa literasi ini digalakkan karena banyaknya angka kasus putus sekolah dan menikah dini di Lotim. Untuk itu IPPDA ini selain membuka lapak membaca, kelompok itu juga memberikan edukasi kepada anak-anak dan orang tua terkait dampak putus sekolah dan pernikahan dini.

Lanjut Hirpan, dalam kegiatan tersebut tidak serta merta membuka lapak dan menunggu masyarakat untuk berdatangan. Namun, kelompok ini punya cara tersendiri untuk menarik perhatian anak-anak dan juga masyarakat.

“Kita menarik perhatian anak-anak dengan menyiapkan jajan gratis, dengan begitu anak-anak akan lebih bersemangat dalam belajar. Proses pembelajaran pun kita lakukan sembari bermain agar anak- anak tidak bosan dalam menerima pelajaran,” ucapnya.

Dikatakan Hirpan, pihaknya bukan saja menarik perhatian anak-anak dengan menyediakan jajan. Namun, kelompok ini juga menarik perhatian masyarakat untuk mendatangi lapak mereka dengan menyiapkan kopi gratis, dengan syarat harus membaca sambil ngopi.

“Semua kegiatan itu kita adakan swadaya dengan uang patungan dengan anggota untuk pengadaan jajan gratis dan kopi gratis. Langkah itu kami lakukan sukarela untuk meningkatkan minat baca dan belajar di desa kami,” tuturnya.

Kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan meskipun sekolah sudah mulai dibuka. Kegiatan itu dilakukan dengan cara berkeliling ke tiap-tiap dusun yang ada di desanya. Guna menyasar masyarakat yang ada di daerah terpencil.

“Kegiatan yang dilakukan para pemuda tersebut tidak hanya pada satu tempat, khusunya pada daerah terpencil yang marak putus sekolah,” cetusnya.

Semenjak kegiatan ini dilaksanakan, antusias masyarakat khusunya anak-anak sangat tinggi, tak jarang para warga yang sudah lanjut usia pun ikut membaca buku yang disediakan kelompok itu.

Hirpan berharap ada bantuan dari para donatur dalam pengadaan buku membaca, walaupun itu hanya buku bekas. Dikarenakan buku yang ia gunakan saat ini merupakan buku pinjaman dari kelompok literasi Desa Pringgasela.

“Kita berharap agar ada uluran tangan dari para donatur untuk meningkatkan literasi di tengah masyarakat, walaupun itu hanya buku bekas,” tutupnya.