NTB Kekurangan 1.700 Guru PNS

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aidy Furqan (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Kurangnya jumlah guru untuk mengimbangi jumlah siswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi pekerjaan rumah bagi Disan Pendidikan (Disdik) NTB. Jumlah yang diperlukan untuk mengisi kekosongan guru itu sendiri bukan sedikit, yaitu mencapai 1.700 orang guru.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aidy Furqan, Jumat (10/05/2019). Menurut Aidy, penyediaan tenaga guru melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 maupun penerimaan Pegawai Pemerintaan dengan Perjanjian Kerja (P3K) belum bisa menjawab persoalan tersebut.

“Dulu saya mengusulkan permintaan ke pusat 2.000 (guru). Yang datang 300 CPNS. Butuh 1.700 lagi,” ujar Aidy, Jumat (10/05/2019) di Mataram.

Untuk P3K sendiri Aidy menyebutkan bahwa dari 420 peserta, tenaga guru yang lulus melewati proses seleksi adalah setengahnya, atau sekitar 200 orang. Walaupun begitu, penempatan untuk tenaga guru dari P3K belum bisa dilakukan karena masih dalam proses penghitungan biaya jasa yang dibebankan kepada APBD.

“Sudah ada hasilnya di BKD (Badan Kepegawaian Daerah NTB), tapi belum kami tempatkan. Karena dari Kementerian itu menegaskan bahwa P3K itu biaya jasa mereka ditangung oleh daerah. Sekarang kita angkat orang kalau uangnya belum ada bagaimana?” tegas Aidy.

Selain itu, Aidy juga menerangkan bahwa hal paling penting selain memenuhi kebutuhan guru di sekolah adalah perihal kesejahteraan guru itu sendiri. Karena itu, pemetaan pengelolaan SDM perlu dilakukan.

“Kita harus mencermati orang ini tinggal di mana, kekosongan kita di mana. Jangan sampai kemampuan anggaran kita belum memadai kemudian kita tempatkan orang di tempat jauh. Habis di transportnya gajinya,” ujar Aidy.

Aidy sendiri menyebutkan bahwa pemerintah memahami betul kebutuhan pemetaan kompetensi dan SDM agar jumlah guru yang masih minim tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Walaupin begitu, Aidy sendiri mengaku menaruh harapannya pada rekrutmen CPNS gelombang kedua yang akan dibuka pada tahun 2019 ini.

“Dari BKD diinformasikan kemarin akan ada rekrutmen CPNS angkatan kedua tahun ini. Kami tunggu karena kami butuh banyak orang untuk mengisi kekosongan di mata pelajaran,” pungkas Aidy.