Panitia Sebut Kurangnya Dukungan Pemda dalam Ajang Pemilihan Puteri Indonesia

Tim kerja Pemilihan Putri Indonesia 2019 Regional Lombok di Wyndham Sundancer Resort Sekotong (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Sebagai bentuk usaha membangkitkan pariwisata pascagempa, Yayasan Putri Indonesia bekerjasama dengan Sundancer Resort Sekotong dan Live Studio mengadakan ajang Pemilihan Putri Indonesia Regional Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara tersebut dipusatkan di Sundancer Resort di Sekotong, Lobar.

General Manager Sundancer Resort, Nanang Supriadi, menerangkan bahwa Sundancer Resot bersedia mensponsori ajang pemilihan tersebut agar masyarakat mengenal daerah sekotong. Menurutnya selama ini pariwisata di NTB secara umum, dan Lombok secara khusus, masih terpusat di tiga (3) Gili Lombok Utara, Kuta, Mandalika, dan Mataram.

Nanang juga manyampaikan harapannya, supaya kedepannya pemerintah bersedia memfasilitasi dan merangkul dinas-dinas Pariwisata yang ada di NTB. Sebab dengan dijalinnya sinergi antara tim kerja yang tergolong pihak swasta dengan pemerintah, akan lebih mudah untuk menjaring potensi-potensi yang dimiliki oleh anak muda di NTB, khususnya untuk ajang pemilihan Putri Indonesia Regional NTB.

“Kalau hanya melibatkan swasta saja agak berat, karena itu butuh dukungan dari pemerintah. Misalnya, bagaimana orang mau ke sekotong kalau pajaknya naik dan orang di jalan ke sini gelap-gelapan? Susahnya itu karena bicara tentang kebijakan, itu kaitannya ke pemerintah,” ujar Nanang saat dimintai pendapatnya terkait peran pemerintah pada Sabtu (12/01/2019).

Pemilihan Putri Indonesia Regional NTB yang mengambil tema Colorful West Nusa Tenggara ini akan dilaksanakan mulai tanggal 23 Januari sampai dengan 25 Januari 2019. Malam puncaknya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2019 pada pukul 19.00 Wita.

Memalui ajang pemilihan ini, diharapkan Putri Indonesia perwakilan NTB dapat menjadi duta daerah yang mampu mempromosikan potensi-potensi daerahnya secara menyeluruh. Hal tersebut diharapkan dapat memajukan pariwisata daerah, terlebih setelah beberapa waktu lalu sempat mereduk karena bencana gempa.

“Putri-putri ini nanti akan berperan sebagai duta untuk mempromosikan Lombok. Ini sangat luarbiasa. Semenjak gempa semua hotel daerah lombok occupancy-nya 15% sampai 10 %. Semoga bisa meningkatkan 20% sampai 30 % dengan adanya ajang pemilihan ini,” ujar Nanang.

Pada tahun 2018 NTB sempat ditawarkan menjadi tema untuk malam puncak Pemilihan Putri Indonesia oleh Yayasan Putri Indonesia. Namun surat resmi yang dikirimkan oleh Yayasan Putri Indonesia Tidak mendapat respon dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Tahun 2019 NTB kembali ditawarkan untuk menjadi tema untuk malam puncak Pemilihan Putri Indoneisa.

Bila Pemprov NTB menyetujui permohonan tersebut, Yayasan Putri Indonesia akan mengirimkan perwakilan media untuk datang ke Lombok. Selain itu kain khas di NTB akan dikenakan sebagai gaun utama seluruh finalis Putri Indonesia dari setiap daerah.

“Dari awal sampai detik ini tidak ada dukungan dari pemerintah. Berkali-kali berusaha menjalin kolaborasi dengan Dispar tapi belum ada respon. Untuk mengadakan acara pemilihan putri Indonesia, banyak sponsor swasta yang membantu. Sedang pemerintah belum. Untuk memajukan pariwisata supaya wisatawan tertarik kembali ke NTB, perlu ada sinergi dari semua pihak,” pungkas Nanang.