Para Seniman Lobar Berharap Bisa Gelar Atraksi Rutin di Taman Kota Gerung

43
Para pepadu cilik dalam atraksi peresean di Tama Kota Gerung (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Para seniman di Lombok Barat berharap diberikan ruang lebih untuk menggelar pertunjukan. Terutama di Taman kota Gerung, sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan menghidupkan juga jantung ibu kota Lombok Barat itu.

Aktivitas kesenian maupun kebudayaan diharapkan bisa digelar secara reguler di sana. Seperti atraksi yang digelar Dispar Lobar bersama para seniman dari Sanggar Budaya Lombok, di bawah binaan seniman Desa Sesela Gunungsari yakni Suhaemi atau Ki Dalang Emi, pada Jumat (01/07) lalu.

Atraksi kebudayaan yang menampilkan para seniman dan pepadu cilik yang sengaja digelar spontan itu pun ternyata mampu menarik animo masyarakat, sehingga taman kota Gerung ramai dikunjungi.

Seniman asal Desa Sesela Gunung Sari, Suhaemi mengatakan penampilan anak asuhnya di Taman Kota Gerung waktu itu merupakan usaha untuk membangkitkan kembali antusias masyarakat terhadap seni dan budaya di Lombok.

“Setelah beberapa tahun pandemi ini, kita mau lihat antusias masyarakat dan pepadu ini seperti apa. Ternyata Taman Kota itu masih bisa menjanjikan bagi seniman untuk mengembangkan bakat seninya,” ungkap Emi.

Ia mengaku tak pernah menyangka pentas yang hanya direncanakan dalam waktu sangat singkat itu ternyata mampu menjadi pusat perhatian masyarakat yang melintas di sana. “Kami kepinginnya bisa tampil secara reguler. Kemarin walaupun tidak pernah kita siarkan ternyata pengunjungnya ramai sekali,” ujarnya haru.

Untuk itu pihaknya berharap event tersebut bisa menjadi momen untuk memperkenalkan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan di Lobar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lobar, Hj. Marlina turut mengapresiasi semangat para seniman, terutama seniman muda yang juga ikut tampil.

“Yang kita tampilkan itu adalah perkenalan Presean Pepadu Cilik dan atraksi Wayang Botol. Alhamdulillah ternyata antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ucap Marlina akhir pekan kemarin.

Ke depan pihaknya akan mengupayakan lebih banyak atraksi kesenian dan kebudayaan bisa di gelar di Taman Kota Gerung dan sejumlah titik strategis lainnya di Lobar. Hal itu juga sebagai salah satu upaya untuk terus mengasah jiwa seni para seniman dan menggugah para generasi muda untuk mencintai seni dan kebudayaan Sasak.

“Kita akan atur agar bisa dibahas. Ini menarik dan bisa menjadi tambahan referensi untuk kita di Dinas Pariwisata,” pungkas Marlina. (yud)