Pascapandemi, Desa Wisata Jadi Tumpuan Pulihkan Ekonomi

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik, Dr Najamudin Amy. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini berdampak cukup parah terhadap perekonomian setiap daerah, termasuk Provinsi NTB. Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov NTB menjadikan program Desa Wisata sebagai salah satu strategi pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Sejak 2019, Pemprov NTB sudah menyiapkan program unggulan 99 Desa Wisata untuk menggali potensi desa-desa kita pasca gempa, dan tidak pernah menyangka datangnya pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Dr. Najamudin Amy, Jumat (29/10).

Dijelaskan, informasi tentang desa desa wisata di media sosial ikut membangun optimisme menggeliatnya ekonomi masyarakat dengan menyasar potensi wisatawan domestik. Itulah sebabnya, lanjut Najam, strategi digitalisasi di era konvergensi.

Untuk itu peran media juga dibutuhkan guna mendukung program Desa Wisata dan Industrialisasi dalam upaya membangun branding. Khususnya untuk pemanfaatan teknologi sekaligus pasar promosi potensi desa dan produk-produk UMKM lokal masyarakat yang dihasilkan dari industri berbasis masyarakat tersebut.

Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan pariwisata pascapandemi memang menyasar pasar domestik pariwisata. Pasalnya, tren pasar juga mengalami perubahan .

“Kontribusi pasar domestik di 2019 sebesar Rp307 triliun dengan pergerakan 280 juta wisatawan dan terus membesar,”, ujar Angela. Ditambahkannya, digitalisasi juga mengakselerasi kebangkitan pariwisata dengan promosi dan pengembangan produk produk UMKM.