Sektor Pertanian Loteng Bersiap Sambut MotoGP 2022

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sektor pertanian Lombok Tengah sekarang ini sudah bersiap menyambut event paling bergengsi, MotoGP pada Maret tahun 2022 mendatang.

Hal itu dikatakan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, Kamis (27/5/2021) di
kelompok Tani Jihad dusun Jurang Jaler desa Jurang Jaler kecamatan Praya Tengah, Kamis (27/5).

Dikatakan, untuk kebutuhan beras, saat ini Lombok Tengah masih surplus bahkan menyuplai kebutuhan daerah lain. Akan tetapi, untuk tanaman hortikultura, butuh edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau tamu yang datang di event MotoGP itu 150 ribu orang, harus dipertimbangkan sejauh mana kemampuan kita untuk suplai. Sehingga harus terus edukasi masyarakat soal hortikultura (menanam) ini,” kata Pathul.

Menurut dia, tidak akan sulit untuk memasarkan komoditas holtikultura para petani di Lombok Tengah dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Kebutuhan holtikultura di kawasan tersebut dinilai akan terus meningkat karena merupakan objek wisata dunia.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Lalu Iskandar mengatakan, launching holtikultura dilakukan di desa Jurang Jaler karena sudah lama menjadi pusat holtikultura. Untuk pemasaran juga tidak sulit, karena pengepul langsung datang ke lokasi.

“Tempat ini juga dijadikan sebagai salah satu tempat untuk kegiatan ekstrakurikuler para santri sebagai bekal pertanian,”ujarnya.

Dikatakan, launching kampung holtikultura ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menciptakan seribu kampung holtikultura di seluruh Indonesia. Sementara di Lombok Tengah diharapkan satu desa akan ada satu produk unggulan.

“Sehingga dalam pelaksanaannya kegiatan ini akan dikoordinasikan dengan baik dari hulu ke hilir. Di sini dibantu alat dan mesin pertanian satu unit juga satu paket benih sayuran,”tandas Iskandar.

Untuk membentuk kampung holtikultura, lanjut Iskandar, lahan yang dibutuhkan minimal seluas 10 hektar.