31.5 C
Mataram
Senin, 4 Maret 2024
BerandaBerita UtamaTahun Depan, Target Kunjungan Wisatawan Ke NTB Tahun Depan 2,5 Juta

Tahun Depan, Target Kunjungan Wisatawan Ke NTB Tahun Depan 2,5 Juta

Mataram (Inside Lombok)- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB membantah target kunjungan wisatawan sebanyak lima juta orang tahun depan, angka tersebut dinilai sangat tinggi. Target kunjungan wisatawan disesuaikan dengan kondisi daerah sebesar 2,5 juta orang baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin Malady mengatakan terkait target kunjung wisman dan wisnus yang akan datang berwisata ke NTB. Baik itu pulau Lombok maupun Sumbawa 2024 cukup besar diangka 5 juta tersebut. Diakui, di 2024 banyak event yang akan dilaksanakan untuk menarik wisatawan, terutama wisman datang ke Lombok atau Sumbawa. Dengan harapan tidak ada musibah lagi seperti pandemi covid-19 sehingga tidak menghambat akan kedatangan wisatawan.

“2023 ini saja kita belum nyampe target 2 juta, ini sudah bulan Desember. Kemarin baru 1,7 juta terakhir, target kita tahun depan jangan terlalu tinggi dari 2 juta ini, naik 2,5 juta lah tahun 2024,” ujar Jamaludin Malady, saat dihubungi, Kamis (30/11).

Ia tidak mempermasalahkan jika target sebelumnya sebelumnya disebut 5 juta. Angka ini bisa saja tercapai jika ada penerbangan yang mendukung untuk bisa mencapai target tersebut. Namun kondisi penerbangan di NTB saat ini masih terbilang sedikit.

- Advertisement -

“Saya yakin bisa sampai 5 juta kalau penerbangannya sudah banyak, dan harus ada penerbangan dari seluruh Nusantara dulu. Seperti beberapa tahun lalu, ke Bandung, Makassar, Yogyakarta juga ditambah,” terangnya.

Jamal menilai, dengan banyaknya penerbangan dibuka ke beberapa daerah di Indonesia ini karena melihat mobilitas masyarakat NTB keluar daerah baik untuk kuliah ataupun urusan yang lainnya. Hal ini tentunya menjadi peluang menarik wisnus untuk bisa datang ke NTB.

“Kan banyak anak-anak kita kuliah ke Malang, Jogja, itu bisa jadi pembuka. Kalau ada penerbangan dari sini kesana dibuka kembali,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun ini hingga Oktober 2023 sudah terealisasi 1,7 juta wisatawan. Para wisatawan ini masuk dari beberapa pintu masuk, melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BZAM), pelabuhan Lembar, Kayangan, Gili Mas, maupun dari Bangsal Lombok Utara. Baru terealisasinya sebesar 1,7 juta kunjungan wisatawan NTB, salah satu penyebabnya karena masih tingginya harga tiket pesawat ke NTB.

“Salah satunya itu, contoh orang banyak ke Bali. Berapa penerbangan kesana, sebenarnya mereka mau kesini (NTB,red), tapi karena mahal pesawatnya. Sudah turun pesawat bawa koper besar-besar, sudah capek, begitu naik pesawat ke Lombok mahal lebih mahal daripada ke Jakarta,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer