Tekan Angka Merarik Kodek, Penyuluhan Dilakukan di Desa Jelantik

27
Penyuluhan dilakukan di Aula Kantor Desa Jelantik. Kamis (12/5/2022) (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Rutgers Indonesia menggelar Penyuluhan tentang Pernikahan dini dan perkawinan anak di desa Jelantik kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya mencegah pernikahan dini dan pernikahan anak.

“Kita akan lakukan sosialisasi di empat desa di kabupaten Lombok Tengah, pada dua kecamatan adapun di Jonggat desa Jelantik dan Labulia, sedangkan di kecamatan Pujut di desa tumpak dan pengengat ,” kata Zurhan Afriadi Field officer Rutgers Lombok pada Kamis (12/5/2022)

Program tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya angka pernikahan dini dan pernikahan anak di Kabupaten Lombok tengah khususnya di empat desa tersebut sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada pihak aparat desa dan masyarakat sekitar.

Sementara itu kepala desa Jelantik Mariadi mengatakan pihaknya menyambut baik jika ada dari pihak lain yang ingin membantu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakatnya tentang pentingnya mencegah pernikahan dini dan pernikahan anak.

“Pada tahun 2021 kemarin ada tujuh kasus pernikahan anak yang kami pisahkan (melerai, red), ada contoh yang lakinya dari Jelantik kita pisahkan kemarin karena di bawah umur ya kita lerai, karena dibawah umur 16 tahun,” ujarnya.

Dikatakannya pernikahan dini tidak hanya terjadi di desa Jelantik namun ini menjadi persoalan di Kabupaten Lombok Tengah seperti yang dipaparkan dalam materi, dengan adanya penyuluhan sehingga pernikahan di bawah umur di desa Jelantik lebih terkendali dan menurun.

“Alhamdulillah sudah mulai agak turun, karena ada penyuluhan dari kepala dusun dan lain-lain dan karena sudah paham dengan seringnya dilerai,” katanya. Ia mengaitkan dengan jumlah janda yang cukup banyak, menurutnya hal itu merupakan akibat dari pernikahan dini sehingga sebisa mungkin pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama.

“Apalagi saat Covid ini kan banyak terjadi perceraian, karena kalau sudah nikah kan harus kuat memiliki tanggung jawab,” katanya.

Ia berharap dengan adanya program sosialisasi dari berbagai pihak mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para pemuda yang lebih berkualitas dan menjadi lebih baik khususnya di Desa Jelantik. (fhr)