Tempat Kumuh di Desa Penujak Disulap Jadi Angkringan

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Salah satu tempat kumuh di Desa Penujak Kecamatan Praya Barat disulap menjadi angkringan yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Angkringan yang menjadi tempat memasarkan produk kerajinan gerabah dan juga kuliner khas sasak tersebut diresmikan oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, Kamis (14/1/2021) siang.

“Angkringan harus berkembang setelah diresmikan. Kebersihan tetap dijaga. Selama desa semangat untuk sukseskan,”kata Rohmi.

Sementara itu, Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto dalam kesempatan yang sama mengatakan, ada tujuh lapak yang dibangun di angkringan tersebut. Biaya pembangunan lapak bersumber dari pemerintah provinsi NTB.

Sebelum angkringan itu dibangun, hanya ada warung-warung kecil yang tidak tertata dan terlihat kumuh. Hingga akhirnya, Wakil Gubernur NTB berkunjung ke tempat itu dan memberikan bantuan untuk pembangunan angkringan.

“Waktu itu beliau mengunjungi waktu masih kumuh. Setelah dikunjungi dibuatkan lapak setelah kita minta itu,”katanya.

Angkringan itu dibangun selain untuk meningkatkan ekonomi pedagang kecil yang berjualan juga untuk menciptakan kenyamanan dan kebersihan di tempat itu.

“Setiap hari sarapan di situ tapi kelihatan kumuh dan tidak bersih. Sekarang sudah dibangun mari kita lestarikan,”katanya.

Setelah diresmikan, angkringan itu rencananya akan dikelola oleh masyarakat setempat atau Badan Usaha Milik Desa (Bundes).

Di samping itu, pihak desa juga berencana untuk mengembangkan angkringan ini ke bagian utara. Sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh.