Prokes Mulai Kendor, Angka Kasus Covid-19 di Lobar Makin Meningkat

Lombok Barat (Inside Lombok) – Semakin mengkhawatirkannya lonjakan kasus covid-19 saat ini disinyalir menjadi yang paling tinggi sejak awal pandemi. Bahkan Lombok Barat nyaris menuju merah lagi.

Ini dinilai terjadi lantaran semakin banyaknya masyarakat yang abai akan protokol kesehatan. Selain itu juga karena semakin tingginya pergerakan masyarakat yang saat ini mulai jenuh dengan berbagai peraturan.

“Lonjakan kasus saat ini kan mungkin karena prokesnya masyarakat semakin kendor” kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni, Rabu (27/01/2021).

“Kalau sudah terjadi seperti ini, harus hindari ke daerah-daerah yang lonjakannya tinggi” saran dia.

Yang saat ini paling mengkhawatirkan, diakuinya adalah semakin banyaknya masyarakat yang tidak lagi takut berkerumun. Termasuk di Lombok Barat sendiri. Sehingga menyebabkan melonjaknya angka kasus terkonfirmasi yang sejak awal Januari ini sudah ada 77 kasus dan dua orang meninggal dunia.

Di mana klaster perkantoran juga, disebutnya, mulai banyak bermunculan. Bahkan Nakes pun mulai ada yang terkonfirmasi lagi. Salah satunya di bagian radiologi RS Tripat, Gerung sendiri diakuinya ada dua Nakes yang positif. Oleh karena itu dirinya pun memberi penegasan supaya para Nakes tidak boleh lepas APD pada saat bertugas.

“Memang klaster perkantoran yang banyak ini, tapi lokasi kantornya itu ada di Mataram tapi mereka tinggalnya di Lombok Barat” beber dia.

Namun terkait kapasitas isolasi pasien terkonfirmasi di Lombok Barat, baik di RS Tripat maupun RS Awet Muda, disebutnya masih memadai. Karena yang harus dirawat di sana adalah pasien terkonfirmasi yang memiliki gejala. Apabila yang tidak bergejala, disebut Fathoni, itu masih bisa isolasi mandiri di rumah jika memadai.

“Sampai saat ini, masih bisa tertampung dan belum ada keluhan” tandasnya.

Dirinya pun memgimbau kepada masyarakat untuk tetap ketat menjaga protokol kesehatan, kemudian menghindari kerumunan yang saat ini makin terabaikan, serta harus menahan diri dulu untuk bepergian.

“Prokes itu tidak hanya 3M, tapi kita juga harus jauhi kerumunan, dan yang terakhir adalah tolong batasi bepergian. Karena saat ini pergerakan masyarakat terbilang tinggi” pesannya.