Tes Usap Massal Pedagang Pasar Kebon Roek Mataram Ditunda

Mataram (Inside Lombok) – Kegiatan tes usap (swab) COVID-19 massal bagi pedagang di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, yang akan dilaksanakan oleh tim dari Pemerintah Nusa Tenggara Barat, Selasa, ditunda karena pedagang resah dan takut.

“Penundaannya sampai kapan, masih kita koordinasikan dan sinergikan dengan program Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Selasa.

Sementara Kepala Pasar Kebon Roek Malwi yang dikonfirmasi terkait rencana kegiatan uji usap COVID-19 massal itu mengatakan karena adanya informasi akan dilakukan usapan massal terhadap pedagang hari ini, pedagang dan pembeli yang datang ke pasar turun hingga 50 persen.

“Biasanya areal pasar bagian depan jam segini (08.30 Wita-red), kita tidak bisa lewat karena padatnya pedagang dan pembeli,” katanya.

Informasi yang diterima pedagang dan pembeli, katanya, hari ini akan dilakukan usapan massal, bukan tes cepat (rapid test). Kalau hanya tes cepat para pedagang mau dan bahkan awal-awal pandemi COVID-19 sudah pernah dilakukan.

“Tapi kalau usap, pedagang tidak mau karena merasa takut karena usap itu dilakukan dengan memasukkan alat dari hidung hingga pangkal tenggorokan,” katanya.

Padahal jauh sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi bahwa usap yang dilakukan pemerintah dimaksudkan agar pedagang dan pembeli nyaman dan aman beraktivitas di pasar.

“Kalau ada yang reaktif atau positif bisa segera diketahui dan diisolasi sehingga tidak menularkan yang lain. Tapi namanya pedagang yang diperhatikan hanya untung dan rugi. Mereka tetap takut dan tidak mau,” ujarnya.

Dengan adanya penundaan itu, pihaknya bersama TNI/Polri yang melakukan pengawasan di Pasar Kebon Roek, langsung menginformasikan pedagang melalui pengeras suara dan disambut baik oleh para pedagang.

“Alhamdulillah, para pedagang menyambut gembira dan bersorak senang terhadap penundaan usapan tersebut bahkan mereka berharap tidak pernah ada agar mereka bisa tetap berjualan,” katanya.

Akan tetapi, tambah Malwi, untuk tingkat kepatuhan pedagang terhadap penerapan protokol COVID-19, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sudah lebih baik. (Ant)