BPKAD Laporkan Kasus Penggelapan Aset Pemda Lobar ke Polres

245
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Barat, AKP Dhafid Shiddiq. (Inside Lombok/Widya Cahyani Sukma)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar telah mengambil langkah hukum terkait dugaan penggelapan salah satu aset daerah di kabupaten Lombok Barat.

Pada Rabu (8/7), Satuan Reserse kriminal Polres Lombok Barat, telah menerima laporan resmi dari pihak BPKAD Lombok Barat.

“Baru kita terima kemarin laporan pengaduannya dari kepalanya (BPKAD). Melaporkan penggelapan dokumen salah satu SMPN di Gunungsari. saya sudah disposisi ke Kanit Tipikor untuk ditindaklanjuti,” kata Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq, Kamis, (9/7/2020).

Sebelumnya diketahui bahwa permasalahan lahan SMPN 2 Gunungsari merupakan satu dari belasan aset Pemerintah Lombok Barat yang bersengketa dan dimenangkan oleh pihak lain.

Kepala BPKAD Lobar Fauzan Husniadi beberapa waktu lalu mengatakan, sertifikat lahan sekolah tersebut diduga dikeluarkan oleh oknum mantan pegawai aset sehingga bisa beralih kepemilikan dari Pemerintah daerah.

“Banyak hal-hal yang menjadi PR besar kita di aset yang harus kita selesaikan,” Katanya, Selasa (30/6) lalu.

Kasat reskrim Polres Lobar membenarkan bahwa dalam laporan tersebut, pihak terlapor sementara adalah oknum yang diduga mantan pegawai aset. Lebih lanjut laporan atas kasus ini masih melalui proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Jadi sementara belum dapat diberitahukan hasilnya apa, karena masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasat reskrim Polres Lobar.