25.5 C
Mataram
Sabtu, 13 April 2024
BerandaLombok BaratBelum Ada Persiapan Alternatif TPA di Lobar, OPD Terkesan Saling Lempar Tangan

Belum Ada Persiapan Alternatif TPA di Lobar, OPD Terkesan Saling Lempar Tangan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Tempat Pembuangan Sampah Regional (TPAR) Kebon Kongok akan ditutup Pemprov NTB pada Juni mendatang. Meski begitu, belum ada langkah antisipasi dari Pemda Lobar untuk menyiapkan alternatif tempat pembuangan sampah bagi kabupaten itu. OPD terkait pun justru terkesan saling lempar tangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, Hermansyah saat dikonfirmasi sebelumnya mengaku akan melakukan kajian untuk penentuan lahan yang nantinya dijadikan TPA di Lobar. Namun kini justru menyebut bahwa kajian itu dialihkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar.

“Kajian itu bukan di kami, tapi di Bappeda sana,” ketus Hermansyah saat dimintai tanggapan beberapa hari yang lalu. Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Lobar, Akhmad Saikhu justru merasa kaget. Karena sejauh ini belum pernah ada koordinasi yang dilakukan oleh DLH Lobar dengan pihaknya.

Bahkan Saikhu mengaku justru sedang menunggu koordinasi dari DLH saat ini. “Kajian belum ada. Justru tunggu koordinasi dengan LH. LH belum ada koordinasi mangkanya saya kaget juga,” ungkapnya.

- Advertisement -

Selain belum ada koordinasi langsung yang dilakukan DLH dengan dirinya selaku kepala Bappeda. Saikhu juga menyebut bahwa hingga saat ini pihak DLH Lobar juga belum melakukan komunikasi dengan bidang yang ada di Bappeda. Karena itu belum ada laporan apapun yang diterima pihaknya.

Saikhu mengatakan jika penentuan lokasi yang akan dijadikan TPA di Lobar ini memang membutuhkan kajian, maka Bappeda sudah menyiapkan anggarannya. Karena kajian ini akan berkaitan dengan penentuan lokasi yang tepat dengan luasan lahan yang dibutuhkan

Kendati saat ini pihak Bappeda belum ada gambaran mengenai lokasi yang bisa dijadikan TPA pengganti, karena belum adanya kajian. “Dari sisi anggaran sendiri sudah ada, tapi untuk kajian kami belum,” imbuhnya.

Menurutnya, perlu ada koordinasi lebih mendalam terkait hal tersebut bersama DLH sebagai leading sektornya, yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan rapat internal bersama bidang terkait di Bappeda.

Sementara itu, Kabid Sarana Prasarana Wilayah (Sarpraswil), Rahmayati mengatakan Kebon Kongok tidak ditutup semua, melainkan hanya pengurangan penggunaan landfill sebanyak 50 persen. “Itu 24 Juni (penutupannya). Agar penggunaannya lebih panjang,” jelasnya.

Meski begitu, ia menyayangkan belum adanya komunikasi apapun dari pihak DLH Lobar. Bahkan, Rahmayati sendiri yang langsung mendatangi DLH untuk menanyakan terkait kajian tersebut.

Dari upaya pencarian lahan yang cocok untuk dijadikan alternatif TPA di Lobar, disebutnya baru ada satu lahan yang cocok. Seperti yang ada di Giri Tembesi, Gerung. Namun itu pun masih dinilai kurang, karena luasnya hanya 1 hektare, sedang TPA alternatif yang dibutuhkan Lobar kurang lebih seluas 4 hektare. “Itu hanya bisa jadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) saja,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer