Media Asing Soroti Kebiasaan Warganet Swafoto Saat Bencana

Ilustrasi (sumber foto:tribunnews.com)

Mataram (Inside Lombok)- Tsunami selat sunda yang terjadi beberapa waktu lalu masih menjadi sorotan media-media nasional maupun asing sejak kejadian pada sabtu (22/12/18). Hingga kini kejadian tersebut masih menyisakan duka bagi korban yang selamat ataupun yang ditinggalkan oleh anggota keluarganya.

Baru-baru ini, media asing The Guardian menyoroti kebiasaan beberapa orang yang melakukan swafoto dengan latar belakang lahan yang rusak akibat tsunami yang terjadi. Namun, mirisnya di dalam swafoto itu seakan tidak memperlihatkan ekspresi prihatin dan malah tersenyum sambil bergaya.

The Guardian pun langsung mengambil foto beberapa orang yang berswafoto di tengah-tengah lokasi tsunami Selat Sunda. Tak lupa juga mereka mewawancarainya.

Salah satu warga yang diwawancara bernama Solita. Ketika ditanya mengapa ia melakukan swafoto di tengah lokasi kejadian, Solita menjawab sebagai bukti bahwa Solita tengah memberikan bantuan.

“Foto itu ada di Facebook sebagai bukti bahwa kita benar-benar di sini dan memberikan bantuan. Ketika orang melihat foto saya, mereka akan menyadari bahwa mereka berada di tempat yang lebih baik, dan foto kehancuran ini akan mengingatkan kita untuk lebih bersyukur,” ujar Solita kepada wartawan The Guardian.

Solita datang ingin melihat secara langsung lokasi kejadian dan memberikan bantuan berupa baju dan kebutuhan lainnya kepada para korban. Selanjutnya wartawan The Guardian memberi pertanyaan mengenai kepantasan foto, Solita menjawab tergantung niat.

“Itu tergantung niat anda, jika anda mengambil foto untuk pamer ya jangan dilakukan. Namun, jika anda melakukannya untuk berbagi kesedihan saya rasa tidak apa-apa,” jawab Solita yang dilansir dari artikel yang bertajuk “Destruction gets more likes”:Indonesia’s tsunami selfie-seekers’.