Fasilitas Olahraga di NTB Tidak Sesuai Standar, Perbaikan Baru Bisa Mulai 2025

Stadion utama Gedung Olahraga Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Fasilitas olahraga di NTB banyak yang rusak. Bahkan KONI NTB menyebut fasilitas-fasilitas tersebut belum sesuai standar nasional. Pemprov NTB pun di 2025 mendatang baru mulai mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk perbaikan semua fasilitas yang ada.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Tri Budi Prayitno mengatakan tahun 2024 mendatang alokasi anggaran banyak terfokus ke pemilu dan pilkada, sehingga perbaikan fasilitas olahraga belum bisa dimaksimalkan. “2023 dan 2024 ini tahun politik, sehingga pendanaan itu pastinya akan teralokasikan ke sana. Mudah-mudahan tahun 2025 itu sudah mulai ya,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini fasilitas olahraga yang masih lengkap hanya di GOR 17 Desember atau GOR Turida. Hanya saja, fasilitas yang ada sudah mulai banyak yang rusak salah satunya venue cabor atletik.

“Kita di sana itu yang 8 lintasan hanya untuk lari 100 meter saja. Tapi lintasan 400 meter dia hanya enam lintasan. Sementara yang terstandar itu yang 8 lintasan. Maka kita harus memperbaiki fasilitas itu,” ungkapnya.

Jelang PON 2028 mendatang, NTB masih punya waktu untuk memperbaiki bahkan membangun venue baru secara bertahap. Apalagi jelang PON 2028 NTB juga akan menjadi tuan rumah beberapa event olahraga salah satunya pekan olahraga pelajar nasional tahun 2027.

“Nanti kita bisa uji coba dulu di event POPNas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) itu. Tapi event yang terdekat itu Fornas (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), dan nanti ada 82 induk organisasi. Jadi tidak hanya sekedar senam (di Fornas),” katanya.

Kendati, lanjut Yiyit, Fornas tidak membutuhkan venue yang berstandar, karena dapat diselenggarakan dengan menggunakan tanah lapang. “Tapi kalau bicara nanti kita jadi tuan rumah, PON tahun 2028 maka harus dipastikan kita punya venue yang terstandar untuk pelaksanaan berbagai perlombaan dan pertandingan,” ungkapnya.

Perbaikan venue ini tidak hanya dari APBD pemda, melainkan juga diharapkan ada sharing anggaran dari pemerintah pusat. Karena pemda memiliki keterbatasan anggaran untuk memperbaiki fasilitas yang rusak saat ini.

“Sementara ini memang dari pusat pun belum lagi memprogramkan untuk penataan venue di NTB. Karena kita juga harus memaklumi 2023 dan 2024 ini tahun politik sehingga berbagai pendanaan itu akan teralokasikan kesana,” ujarnya. (azm)