Penyaluran JPS Bersatu Loteng Masih Ada Tiga Bulan Kedepan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Sri Hastuti Handayani, Jumat (19/6/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti).

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Realisasi program Jaminan Pengaman Sosial (JPS) bersatu Pemkab Lombok Tengah tahap I sudah mencapai 97 persen dari total 10 ribu lebih daftar keluarga penerima manfaat (KPM).

Sementara sisanya sebanyak 304 Kepala Keluarga (KK) tidak menerima JPS bersatu karena masih bekerja di luar negeri dan ada juga yang meninggal dunia tanpa ahli waris.

“Jumlah KK yang tidak terima JPS bersatu sebanyak 304 KK karena ada yang masih di Malaysia dan meninggal dunia tanpa ahli waris”,kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Sri Hastuti Handayani, Jumat (19/6/2020) di Praya.

Dikatakan, JPS yang tidak dapat disalurkan tersebut dikembalikan ke kas daerah. Tapi akan didistribusikan pada tahap selanjutnya dengan mengganti penerimanya.

Saat ini pihaknya sedang dalam proses perbaikan data untuk penyaluran JPS bersatu tahap II.

“Kelanjutan JPS bersatu kita masih rencanakan akhir bulan ini. Karena kita masih ada perbaikan data, ternyata ada yang meninggal tanpa ahli waris”,katanya.

Dia menerangkan, pendistribusian JPS bersatu di Lombok Tengah masih mengacu pada rencana awal, yakni selama tiga bulan. Akan tetapi, pihaknya belum mengetahui apakah penyaluran JPS tersebut akan dilanjutkan sampai bulan Desember atau tidak seperti instruksi dari pusat.

“Belum ada rencana untuk penambahan lagi. Saya tidak tau ke depannya seperti apa. Tapi untuk sekarang ini masih tiga bulan.

Dia juga mengatakan bahwa penyaluran JPS bersatu masih berbentuk uang tunai sebesar Rp 600 ribu per KK. Hal itu tetap dilakukan meski ada dorongan untuk menggantinya dengan sembako seperti JPS Gemilang dari pemerintah provinsi NTB.

“Masih dalam bentuk uang tunai sebesar Rp600 ribu per KK meski ada dorongan JPS bersatu dalam bentuk sembako”,tutupnya.