Harga Pupuk Semakin Mahal, Petani Menjerit

TGH Hasmi Hamzar. (Inside Lombok/IL2)

Mataram (Inside Lombok) – Pengalihan fungsi lahan pertanian di Lombok sudah banyak menjadi lahan perumahan, sehingga menimbulkan permasalahan baru yaitu penurunan hasil pertanian.

Hal ini menjadi salah satu catatan dari anggota Komisi II DPRD NTB fraksi PPP Bidang Ekonomi, TGH Hasmi Hamzar. Ia menyoroti soal mahalnya harga pupuk nonsubsidi bagi petani.

“Kalau jumlah nonsubsidi ini sangat sedikit, maka tidak ada gunanya, sementara kebutuhan masyarakat sangat banyak. Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap pupuk menyebabkan tidak ada pilihan lain selain membelinya, sehingga pendapatan petani akan tidak seimbang,” ujarnya di Mataram, Kamis (04/10/2018).

Hasmi berharap agar harga pupuk nonsubsidi ini bisa lebih murah. Selain itu, stoknya juga harus banyak, sehingga tidak menyulitkan para petani

“Pemerintah pusat harus mengawasi distribusi pupuk subsidi dan nonsubsidi,” ujarnya. (IL2)