Akhirnya Keluarga Korban Pelecehan Seksual pada Anak Lapor Polisi

Ilustrasi

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dua Pelaku asal Pringgasela yang diduga menggauli korban berusia 15 tahun akhirnya dilaporkan ke polisi. Keluarga korban membuat laporan ke Polres Lotim pada Jumat (29/05/2020).

Paman korban yang enggan identitasnya disebut menuturkan bahwa pihak keluarga kembali melaporkan kedua pelaku ke Polres Lotim, guna menindaklanjuti laporan sebelumnya.

Menurut penuturan pamannya, kini korban tinggal di Desa Masbagik Timur bersama neneknya. Sedangkan orang tua korban tinggal di Kecamatan Sembalun. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya orang tua korban tidak tahu harus mengambil tindakan apa. Sehingga ia menyarankan untuk melaporkan ke polisi.

“Tadi pagi, Jumat (29/05/2020), ayah korban kembali melapor ke Polres Lotim,” ujarnya kepada Inside Lombok, di Selong, Jumat (29/05/2020).

Pihak keluarga sebelumnya melaporkan ke Polsek Pringgasela dan diarahkan untuk melapor ke Polres Lotim. Sebelumnya, Polisi juga sudah mengamankan kedua terduga pelaku.

“Ayahnya sebelumnya tidak tahu cara untuk melaporkan, karena beliau tidak tahu mekanismenya. Saya menyarankan beliau dan sempat mendampingi melaporkan kasus tersebut ke Polres Lotim,” ucapnya.

Ia berharap agar kasus ini bisa diproses lebih lanjut. Ia juga berharap kedua pelaku mendapat hukuman yang setimpal akibat kejahatannya itu.

Diketahui bahwa pada malam Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah telah terjadi dugaan pelecehan seksual terhadap anak berusia 15 tahun. Pelakunya diduga dua pemuda asal Kecamatan Pringgasela yang diketahui berinisial D (16) dan H (26).

Saat melakukan aksinya, kedua pelaku dalam pengaruh minuman keras. Terdapat beberapa orang yang terlibat dalam pesta miras itu.

Keluarga korban berharap kasus ini segera tuntas. Sehingga trauma yang dialami oleh korban bisa berkurang.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Daniel Simangunsong mengatakan bahwa pihaknya sudah menunggu laporan dari keluarga korban. Pasalnya kedua pelaku sudah mengakui bahwa mereka melakukan tindakan asusila terhadap korban.