Pemanfaatan Informasi Kebutuhan Pasar Kerja Atasi Angka Pengangguran di NTB

26
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Prof Anwar Sanusi (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Menteri ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia (RI) menggelar Workshop Pemanfaatan Informasi Kebutuhan Pasar Kerja bagi UMKM di NTB. Kegiatan ini sebagai bagian untuk mempertemukan para pemangku kepentingan ketenagakerjaan. Artinya ke depan dengan adanya informasi kebutuhan pasar kerja terhadap tenaga kerja bisa dipenuhi, sehingga angka pengangguran terbuka bisa berkurang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menyebutkan, dalam pemangku kepentingan di ketenagakerjaan ini ada dua sisi. Dimana pertama sisi permintaan (demand) yakni jika dilihat demand ini adalah siapa yang berkebutuhan terhadap tenaga kerja tersebut. Dari sisi suplai artinya mereka menyiapkan SDM tersebut, dimana SDM yang dimaksud yakni yang tersedia dari pendidikan dan pelatihan. Sehingga dua kepentingan ini bertemu maka tentunya akan menghasilkan ekosistem ketenagakerjaan yang efektif.

“Sumber-sumber daya manusia yang kita miliki akan bisa ada di optimalkan di dalam lapangan pekerjaan yang dibutuhkan ataupun kalau misalnya katakanlah dia kita dorong menjadi tenaga kerja mandiri atau mungkin wirausaha,” ujar Anwar Sanusi, Selasa (5/7).

Makanya dari itu dikatakan sebagai konsolidasi Job Matching, bagaimana pihaknya mengkonsolidasikan ketepatan dalam ketenagakerjaan. Untuk itu workshop tersebut digelar di NTB, karena NTB juga salah satu magnet pertumbuhan ekonomi setelah Bali. Dapat dilihat adanya angkatan kerja, lapangan kerja di NTB sangat terbuka. Terutama pasca pandemi Covid-19 ekonomi sudah mulai menggeliat terutama sektor kepariwisataan maupun pendukungnya ataupun juga berbagai usaha dari tingkatan mulai dari kecil, menengah, mikro dan ultra mikro sangat besar di NTB.

“Kita harapkan mudah-mudahan pasar kerja memang itu ditujukan untuk tempat pertemuan antara pekerja, pencari kerja dengan pemberi kerja ini bisa kita hadiri di NTB,” imbuhnya.

Dikatakan, pusat pasar kerja ini baru berdiri 1,5 tahun di Kementerian Tenaga Kerja yang ingin dijadikan sebagai platform Indonesia terkait dengan pasar kerja. Maka akronim atau singkatannya Pasker ID, artinya ada harapan bagi seseorang yang berkepentingan terhadap informasi kerja maka datang ke Pakser ID.

“Ini bagian ikhtiar kita untuk menyampaikan kepada masyarakat Indonesia dan NTB bahwa kita memiliki pusat pasar kerja,” katanya.

Sementera itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Ariadi mengatakan, kegiatan tersebut sangat luar biasa mempertemukan tiga pihak. Yakni dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja dan akan mendapatkan informasi kebutuhan tenaga kerja serta lembaga pelatihannya sehingga bisa menyesuaikan kurikulumnya. Pekerjanya juga bisa mengetahui kesempatan kerja itu seperti apa.

“Sehingga tiga pihak ini penting kolaborasi maka program job matching menjadi salah satu lompatan kita bagaimana mewujudkan link and match antara kebutuhan dunia industri dengan penerapan lembaga pelatihannya, kurikulumnya seperti apa yang dibutuhkan untuk disempurnakan,” ujarnya.

Nantinya pengangguran terbuka NTB diharapkan bisa menurun dengan kolaborasi 3 pihak penting tersebut. Bahkan NTB sendiri telah memiliki program Pelatihan Pemberdayaan Tenaga Kerja Terpadu Plus (Pepadu Plus) guna menyiapkan tenaga kerja kompeten terserap. Jika nantinya tidak terserap maka akan menjadi pekerja mandiri dengan mendirikan UMKM, mendirikan usaha sehingga bekerja tidak menjadi pengangguran.

“Penurunan angka pengangguran terbuka dapat ditempuh dengan mendorong para pencari kerja yang tidak terserap di dunia industri, dapat berusaha dengan menjadi pelaku UMKM. Dengan adanya pelatihan dan pembinaan maka para calon pekerja ini akan menjadi pekerja kompeten,” imbuhnya. (dpi)