Revitalisasi Pendidikan Karakter, Pentingkah?

Ilustrasi

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk menguatkan pendidikan berkarakter di sekolah-sekolah di NTB dengan melakukan revitalisasi.

Kepala Dinas Provinsi NTB, H. Muh Suruji, memaparkan ada 6 revitalisasi pembelajaran yang akan dilakukan untuk membentuk pendidikan berkarakter tersebut.

Revitalisasi yang pertama dilakukan yaitu pada pembelajaran agama, kedua kewarganegaraan, ketiga seni dan kebudayaan, keempat olahraga dan kesehatan, dan yang kelima bahasa asing serta yang keenam adalah bimbingan konseling.

“Olahraga, kesehatan, dan bahasa asing ini untuk membangun rasa percaya diri bangsa NTB ini yang sejajar dengan bangsa bangsa lain agar menyiapkan bangsa memasuki era globalisasi,” jelas Suruji, Jumat (23/11/2018).

Ia menekankan revitalisasi pada pembelajaran bimbingan konseling ini diadakan untuk mecegahkan masalah yang terjadi pada para siswa, bukan hanya menyelesaikan masalah. Selain itu ke depan guru BK harus mampu membangun komunikasi dengan siswa.

“Misalkan kenakalan, penyimpangan, seksual, dan macam-macam itulah yang diantisipasi bersamaan dengan peran guru BK,” lanjutnya.

Menurutnya, karakter bangsa merupakan cerminan dari budaya bangsa tersebut, sehingga cara memahami karakter tersebut dengan memahami budaya itu. Karena menurutnya kebudayaan itu lahir dari jati diri sekelompok masyarakat dan salah satu kuncinya adalah memperkuat budaya.

“Yang dilakukan bukan membuat kurikulum, tetapi memperkuat implementasinya,” ujar Suruji. (IL4)